iklan Kolase Bakal Calon Gubernur Jambi.
Kolase Bakal Calon Gubernur Jambi. (Jambiupdate)

“Secara kalkulasi politik, Fadhil tidak punya pilihan lain jika ingin turus brada di eksekutif, langkah satu-satunya adalah maju di Pilgub Jambi. Peluangnya besar, pimpinan partai dan memiliki basis dukungan kuat,” katanya.

Nama kepala daerah lainnya seperti M Syukur juga tidak bisa dikesampingkan, sebagai Bupati Merangin dan senator 4 periode peluangnya terbuka. Belum lagi jika M Syukur bisa mengkonsolidasikan Merangin, daerah dengan pemilih terbesar kedua menjadi basis dukungan.

“M Syukur punya modal yang juga kuat. Pengalamannya sebagai senator dan Bupati Merangin cukup membuka kans untuk maju,” katanya.

Walikota Jambi Maulana juga dinilai memiliki peluang. Kemenengannya signifikan di Pilwako Jambi menujukkan bahwa Maulana punya kekuatan politik.

“Pilihannya Maulana harus mengambil resiko jika tidak diusung PAN. Saya pikir Golkar, Demokrat dan Gerindra bisa menjadi alternatif apabila serius maju di Pilgub Jambi,” jelasnya.

Bagaimana dengan Anwar Sadat yang juga sudah dua periode di Tanjabbar? Direktur Eksekutif Public Trust Institute (Putin) ini menyebutkan bahwa Anwar Sadat tidak cukup mengkar. Pilihan yang realistis adalah sebagai calon wakil gubernur. “Di Tanjabbar, Anwar Sadat memang memiliki elektabilitas tinggi. Tapi di daerah lain saya pikir tidak dominan,” jelasnya lagi.

Sedangkan BBS, kata Pahruddin, ia akan bersaing dengan sesame politisi PAN apabila memutuskan maju. Menurutnya pilihan yang cukup realistis adalah dengan tetap maju di Muaro Jambi untuk periode kedua.

“BBS punya peluang juga, tapi kepentingannya akan berbenturan dengan PAN yang punya banyak kader,” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan anggota DPR RI, legislator Jambi di Senayan? Dosen Universita Nurdin Hamzah ini menyebut peluang meraka juga lebar. Ada Sy Fasha anggota DPR RI yang juga Ketua DPW NasDem Provinsi Jambi. Mantan walikota berpotensi besar untuk mencalonkan diri.

Menurutnya, Sy Fasha memiliki sumber daya besar. Selain menjadi anggota perlemen memiliki kendaraan politik lewat partai besutan Surya Paloh.

“Kontong suaranya juga besar, mayoritas tentu di Kota Jambi,” ungkapnya.

Sedangkan Cek Endra juga hampir serupa. Ia memiliki kendaraan politik lewat partai Golkar yang ditukanginya saat ini. Ia juga merupakan anggota DPR RI yang terpilih dengan jumlah dukungan terbesar. “Secara kalkulasi, Cek Endra masih punya kekuatan. Meski kalah di Pilgub Jambi, tetapi di Pileg dukungannya masih terlihat,” ungkapnya.


Berita Terkait



add images