iklan Seorang petani sedang melakukan proses pengupasan buah pinang kering kategori ngelotok sebelum dipasarkan kepada penampung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Seorang petani sedang melakukan proses pengupasan buah pinang kering kategori ngelotok sebelum dipasarkan kepada penampung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Harga komoditas buah pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) saat ini mengalami kenaikan signifikan. Buah pinang kategori ngelotok atau pinang jemur gantung kini dijual petani kepada penampung dengan harga mencapai Rp20.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk pinang kategori tarah, para penampung membeli dengan harga sekitar Rp10.000 per kilogram.

BACA JUGA: Tahun Ini, 48 Unit Rumah Relokasi Terdampak Banjir di Bangun

Tingginya harga pinang tersebut disambut positif oleh para petani. Salah seorang petani pinang di Kecamatan Muara Sabak Barat, Parjo, mengaku senang dengan kondisi harga saat ini karena dinilai sangat menguntungkan bagi petani.

"Untuk harga sekarang kami petani tentu senang. Harga Rp20 ribu per kilogram untuk pinang ngelotok sudah termasuk mahal," ujarnya.

BACA JUGA: Rekomendasi Macam-Macam Pelembap Wajah Dari PONDS

Menurut Parjo, perbedaan harga antara pinang ngelotok dan pinang tarah dipengaruhi oleh kualitas serta proses pengolahan yang berbeda. Untuk menghasilkan pinang ngelotok berkualitas, petani harus melalui proses yang lebih panjang dibandingkan pinang tarah.

"Memang untuk mendapatkan kualitas pinang ngelotok, prosesnya lebih lama dibandingkan pinang yang ditarah. Tetapi hasilnya sebanding dengan harga jual yang diterima petani," katanya.

BACA JUGA: STIE Sakti Alam Kerinci Wisuda 313 Sarjana Ekonomi Angkatan XXII

Ia menambahkan, tingginya harga pinang saat ini menjadi angin segar bagi petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan.

Dengan harga yang cukup tinggi tersebut, komoditas pinang kembali menjadi salah satu sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat Tanjabtim, khususnya petani di Kecamatan Muara Sabak Barat.

"Ya, dengan harga pinang mahal, setidaknya cukup untuk kebutuhan kami petani sehari-hari," pungkasnya.(lan)


Berita Terkait



add images