iklan Tahun Ini, 48 Unit Rumah Relokasi Terdampak Banjir di Bangun
Tahun Ini, 48 Unit Rumah Relokasi Terdampak Banjir di Bangun

JAMBIUPDATE.CO, BATANG HARI - Pemerintah Kabupaten Batang Hari memastikan pembangunan rumah relokasi bagi masyarakat terdampak bencana banjir akan terus berlanjut pada 2026.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Batang Hari, A. Shomad mengatakan pihaknya telah menerima konfirmasi dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR terkait tambahan pembangunan 48 unit rumah relokasi pada tahun ini.

BACA JUGA: Rekomendasi Macam-Macam Pelembap Wajah Dari PONDS

"Alhamdulillah sekitar satu bulan lalu kami sudah mendapat konfirmasi dari balai dan kementerian bahwa pada 2026 akan dibangun tambahan 48 unit rumah relokasi," katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan surat keputusan awal kebutuhan rumah relokasi tercatat sebanyak 72 unit. Dari jumlah tersebut, 30 unit telah selesai dibangun sehingga masih terdapat kekurangan 42 unit.

Namun setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah warga yang membutuhkan relokasi meningkat.

BACA JUGA: STIE Sakti Alam Kerinci Wisuda 313 Sarjana Ekonomi Angkatan XXII

"Dari data yang kami revisi, jumlah masyarakat terdampak saat ini diperkirakan mencapai 120 hingga 150 kepala keluarga. Karena itu kami kembali mengajukan permohonan tambahan bantuan ke balai," katanya.

Untuk itu A. Shomad berharap pembangunan rumah relokasi dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga seluruh masyarakat terdampak mendapatkan hunian yang layak dan aman.

Sementara itu, untuk mendukung proses pembangunan, Pemerintah Kabupaten Batang Hari telah mulai melaksanakan pembersihan dan penyiapan lahan di lokasi relokasi.

BACA JUGA: Diduga Palsukan Dokumen, Tiga Yayasan Pengelola MBG Dilaporkan Mitra SPPG ke Polda Jambi

Kegiatan tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan. Untuk saat ini yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yaitu melakukan land clearing atau pembersihan lokasi.

"Per hari ini pekerjaan tersebut sudah mulai dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas PUPR yang memiliki peralatan," jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan rumah relokasi tambahan dapat segera berjalan setelah seluruh persiapan lahan selesai dilakukan.(rza)


Berita Terkait



add images