iklan Pedagang Lemang Bambu saat menjajakan makanan khas Ramadan ini kepada pembelinya.
Pedagang Lemang Bambu saat menjajakan makanan khas Ramadan ini kepada pembelinya.

 

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Ramadhan lekat kaitannya dengan kuliner. Beberapa daerah termasuk Jambi memiliki kuliner khas yang hanya muncul saat Ramadan, diantaranya yakni Lemang Bambu.

Tradisi jualan lemang dominannya hanya muncul saat Ramadan tiba. Namun banyak digemari masyarakat sehari-hari, karena memiliki khas tersendiri. Lemang bambu ini sudah menjadi salah satu ciri makanan khas di bulan Ramadan.

Kalau bulan biasa memang tidak banyak orang yang membuat atau menjual lemang itu. Karena kalau hari biasa tidak banyak permintaan masyarakat atau pembelinya. Tapi kalau bulan puasa lumanyan ramai warga beli untuk berbuka puasa, ujar salah satu pedagang Lemang Bambu kemarin.

Dikatakannya, makanan lemang terbuat dari bahan beras ketan yang dimasak dalam bambu dan dibalut dengan selembar daun pisang.

Lemang ini sudah menjadi makanan tradisonal yang juga banyak digemari masyarakat untuk menu berbuka puasa. Biasanya kita jual seharga Rp. 15 ribu perbatang  hingga  Rp. 60 ribu perbatang, aku Uni Eti.

Lanjutnya, ada pula beberapa bahan lain, seperti beras ketan yang kita gunakan seperti garam dan santan yang dimasak dengan menggunakan daun pisang serta bambu.

Cara membuat lemang bambu itu pertama ketan direndam santan terlebih dahulu. Setelah itu kemudian langsung dimasukkan ke dalam batang bambu yang sudah dibalut dengan daun pisang, lalu dibakar. Sementara kegunaan daun pisang itu sendiri adalah agar ketannya tidak lengkat, jelasnya. (lia)

 


Berita Terkait



add images