JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) resmi dimulai. Kegiatan tersebut ditandai dengan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati Tanjabtim, Dillah Hikmah Sari, di Lapangan Kantor Bupati Tanjabtim, Senin (15/6).
Apel siaga diikuti ratusan petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanjabtim yang akan melakukan pendataan terhadap pelaku usaha dan rumah tangga di seluruh wilayah kabupaten hingga 31 Agustus 2026.
BACA JUGA: Maulana Naik Pitam, Sebut Ada OPD Santai Saat Pemkot Kerja Mati-Matian
Dalam sambutannya, Bupati Dillah menegaskan bahwa Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali memiliki peran strategis dalam menyediakan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi langkah strategis untuk mendapatkan gambaran kondisi ekonomi daerah yang nantinya menjadi dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan,” ujarnya.
BACA JUGA: Dana Kapitasi Enam Puskesmas di Sungai Penuh Belum Cair, DPRD Desak BPJS Beri Penjelasan
Menurut Dillah, hasil pendataan nantinya akan menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan berbagai program pembangunan ekonomi, mulai dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar.
Karena itu, ia meminta seluruh petugas sensus bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta tetap bersemangat saat menjalankan tugas di lapangan.
“Data yang dihasilkan harus benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat sehingga dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat dan para pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang lengkap, benar, dan jujur kepada petugas.
BACA JUGA: Kenaikan Harga Pertamax Harus Diantisipasi agar Tidak Menekan Pertumbuhan Ekonomi
“Hasil sensus ini akan menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Tanjabtim, Wasi Riyanto, mengungkapkan sebanyak 234 petugas telah disiapkan untuk melaksanakan pendataan selama periode sensus berlangsung.
Menurutnya, petugas akan menyasar berbagai jenis usaha dan rumah tangga guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah.
“Melalui apel siaga ini, kami memastikan seluruh petugas siap menjalankan tugas di lapangan. Kami juga berharap dukungan penuh dari masyarakat dan pelaku usaha agar memberikan data secara lengkap dan jujur,” katanya.
Apel siaga ditutup dengan pelepasan simbolis petugas sensus oleh Bupati Dillah Hikmah Sari sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, BPS, dan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tanjabtim. (lan)
