“Selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, sekitar 80 ribu paket sembako telah didistribusikan kepada masyarakat. Jika digabungkan dengan bantuan pangan pemerintah, maka totalnya mencapai sekitar 130 ribu paket sembako. Artinya lebih dari 50 persen atau sekitar 55 persen warga Kota Jambi menghadapi Idul Fitri tidak perlu lagi membeli beras,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Maulana juga mengingatkan para camat dan lurah agar tetap siaga di wilayah masing-masing menjelang Idul Fitri.
“Camat wajib standby di wilayahnya, tidak mematikan ponsel dan tidak meninggalkan wilayah mulai H-3 Idul Fitri. Kepada masyarakat yang mudik, perhatikan juga kondisi rumah yang ditinggalkan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan Perum Bulog Wilayah Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihudin, menyebutkan bahwa penyaluran bantuan pangan di Provinsi Jambi menjadi yang tercepat secara nasional.
Berdasarkan data dashboard penyaluran bantuan pangan nasional, Provinsi Jambi menempati peringkat pertama secara nasional, disusul Bali di posisi kedua dan Jawa Timur di posisi ketiga.
“Persentase penyaluran Jambi sekitar 2 persen, Bali 0,9 persen dan Jawa Timur 0,2 persen. Artinya Jambi menjadi yang tercepat dalam penyaluran bantuan pangan nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, bantuan beras dan minyak tersebut juga membantu menstabilkan harga bahan pokok di pasar.
“Dengan masyarakat menerima bantuan beras 20 kilogram dan minyak 4 liter, setidaknya selama dua minggu mereka tidak perlu membeli beras dan minyak di pasar. Hal ini secara langsung membantu menstabilkan harga pangan,” ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, stok pangan di Bulog masih dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan.
“Stok pangan Bulog aman, saat ini tersedia sekitar 8.000 ton beras dan sekitar 700 ton minyak goreng yang terus disalurkan ke pasar untuk menjaga stabilitas harga,” katanya.
Program bantuan pangan ini merupakan hasil sinergi antara Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Badan Pusat Statistik, serta Kementerian Sosial dalam pemutakhiran data penerima bantuan agar penyaluran tepat sasaran.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi, terutama bagi kelompok rentan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN). (hfz)
