JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Upaya pelestarian dan pengembangan Itik Kerinci terus diperkuat melalui sinergi Fakultas Peternakan Universitas Jambi (UNJA) bersama peternak dan Pemerintah Kabupaten Kerinci. Desa Sawahan Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat, menjadi salah satu lokasi pengembangan yang didorong untuk menjaga keberadaan sekaligus meningkatkan produktivitas itik lokal sebagai sumber daya genetik unggulan daerah.
BACA JUGA: VIRAL! Dendang Rentak Kudo Kulabu Asal Kerinci Jadi Tren di Medsos Sampai ke Luar Negeri
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Peternakan UNJA yang bertajuk “Pelestarian Itik Kerinci melalui Pengembangan Usaha Ramah Lingkungan Berbasis Pro-Fit dan Magot”, memperkenalkan teknologi peternakan ramah lingkungan berbasis Pro-Fit dan magot. Pro-Fit dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan dan produktivitas ternak, sedangkan magot atau larva Black Soldier Fly (BSF) dikembangkan sebagai sumber pakan alternatif yang bernilai gizi dan ekonomis. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu peternak meningkatkan efisiensi usaha, menekan biaya produksi, serta mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial.
BACA JUGA: Bangunan SR Tanjabtim Sudah Rampung, PT. Sasmito Fokus Selesaikan Catatan Lapangan
Tim Pengabdian Fakultas Peternakan Universitas Jambi dalam kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Drh. Fahmida, M.P., dengan anggota Prof. Ir. H. Yusrizal, M.Sc., Ph.D.; Dr. Olfa Mega, S.Pt., M.Si.; Dedi Damhuri, S.Pd., M.Si.; Asri Rizki, S.KH., M.Si.; drh. Shadiq Rosa, M.Si.; Eka Sri Wahyuni, S.Pt., M.Pt.; dan Ivania Farrah, S.Pt., M.Si. Kegiatan ini turut mendapat dukungan langsung dari Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci, Osra Yandi, S.Pt., M.M., bersama Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Wira Jaya, beserta jajaran terkait. Sinergi tersebut memperlihatkan komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian Itik Kerinci sebagai sumber daya genetik lokal Kabupaten Kerinci.
BACA JUGA: Jurnalis Jambi Ekspres Raih Nilai Tertinggi Jenjang Utama UKW PWI Kota Jambi ke-14 Tahun 2026
Rangkaian pengamatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun basis data pertumbuhan dan penetasan Itik Kerinci secara lebih sistematis. Data dari beberapa kelompok umur dan hasil penetasan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan bibit yang memiliki performa baik sekaligus mendukung proses seleksi dan pelestarian Itik Kerinci secara berkelanjutan.
Upaya pelestarian tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah ternak, tetapi juga pada pemeliharaan karakteristik dan kemurnian genetik Itik Kerinci. Fakultas Peternakan UNJA bersama Pemerintah Kabupaten Kerinci melakukan evaluasi bobot dan identifikasi genetik Day Old Duck (DOD) sebagai dasar seleksi bibit. Hasil evaluasi menunjukkan karakteristik DOD Itik Kerinci antara lain memiliki paruh dan kaki berwarna hitam solid dengan rata-rata bobot 42 gram. Hasil tersebut menjadi salah satu dasar bagi peternak dalam melakukan seleksi bibit dan menjaga keaslian genetik Itik Kerinci.
BACA JUGA: Menyalakan Kembali Harapan, 209 Pasien Jalani Operasi Katarak Tzu Chi Sinar Mas di Jambi
Keberhasilan program pelestarian Itik Kerinci juga didukung dengan pemantauan pertumbuhan dan penetasan secara bertahap. Data perkembangan itik dikumpulkan melalui tiga tahap pengamatan. Pengamatan pertama dilakukan pada 5 Agustus 2026, saat DOD berumur satu hari. Pada tahap ini dilakukan pengamatan awal dan penimbangan bobot badan DOD sebagai data dasar. Pengamatan kedua dilakukan pada 4 September 2026, ketika itik telah mencapai umur satu bulan. Penimbangan bobot badan dilakukan untuk melihat perkembangan pertumbuhan itik setelah melalui masa pemeliharaan. Data ini menjadi bagian penting dalam memantau performa pertumbuhan Itik Kerinci dari fase awal hingga umur satu bulan. Selain itu, dilakukan pula pengamatan terhadap penetasan kedua.
Pada tahap ini, kelompok peternak mengumpulkan telur dari peternak Itik Kerinci lainnya untuk kemudian ditetaskan. DOD hasil penetasan kedua selanjutnya dilakukan penimbangan pada 4 September 2026, saat mencapai umur dua minggu. Pengamatan tersebut memberikan tambahan data mengenai bobot dan perkembangan anak itik dari sumber telur yang berbeda.
Pengembangan Itik Kerinci juga mendapatkan dukungan Pemerintah Kabupaten Kerinci. Pengembangan varietas Itik Koto Majidin menjadi salah satu program unggulan daerah, sehingga kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan peternak memiliki posisi strategis dalam menjaga plasma nutfah lokal sekaligus meningkatkan daya saing sektor peternakan dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian Fakultas Peternakan UNJA, Prof. Dr. Drh. Fahmida, M.P., mengatakan bahwa pengembangan Itik Kerinci perlu dilakukan secara terpadu. "Peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga karakteristik dan sumber daya genetik lokal. Penerapan teknologi Pro-Fit dan magot menjadi bagian dari upaya membangun usaha ternak yang lebih efisien, sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," jelasnya.
