JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Usia 625 tahun bukan sekadar penanda perjalanan panjang Tanah Pilih Pusako Batuah. Momentum itu dimanfaatkan Pemerintah Kota Jambi untuk menunjukkan berbagai capaian pembangunan sekaligus memaparkan agenda besar yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan.
Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif selama kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.
BACA JUGA: Pimpin Paripurna Istimewa, Kemas Faried Soroti Pemerataan Pembangunan Kota Jambi
Maulana menegaskan bahwa Kota Jambi kini berkembang menjadi kota besar yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jambi, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kebudayaan dengan skala pelayanan nasional.
“Pertumbuhan dan Kemajuan untuk Kota Jambi yang Bahagia dan Berkelanjutan” menjadi tema yang diusung dalam peringatan tahun ini.
Tema tersebut, kata Maulana, mencerminkan tekad bersama untuk melanjutkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut dia, selama 462 hari memimpin Kota Jambi, berbagai capaian berhasil diraih. Sepanjang 2025, dukungan pembiayaan pembangunan yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,96 triliun, sementara investasi yang masuk mencapai Rp1,32 triliun.
Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp615,08 miliar atau naik 35,11 persen dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan PAD itu berimbas pada naiknya kapasitas APBD Kota Jambi yang kini mencapai Rp2,013 triliun.
Tidak hanya dari sisi fiskal, performa ekonomi Kota Jambi juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi justru meningkat dari 4,88 persen menjadi 5,13 persen. Pendapatan per kapita masyarakat turut naik dari Rp68,5 juta menjadi Rp73,6 juta per tahun.
BACA JUGA: Terekam CCTV, Pemuda Gasak Ponsel di Toko Kelontong 24 Jam di Jambi Timur
Ketimpangan ekonomi yang diukur melalui indeks gini berhasil ditekan dari 0,395 menjadi 0,339. Sementara inflasi tetap terkendali dan pada April 2026 tercatat sebesar 1,73 persen, menjadikan Kota Jambi masuk dalam jajaran 10 kota dengan inflasi terendah di Indonesia.
Perbaikan ekonomi tersebut turut berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan turun dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berkurang dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi juga meningkat menjadi 82,32 dan masuk kategori sangat tinggi.
