JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi memetakan sedikitnya 45 desa sebagai wilayah rawan kekeringan seiring masuknya musim kemarau.
Puluhan desa tersebut tersebar di sembilan kecamatan, yakni Mestong, Bahar Selatan, Bahar Utara, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, Kumpeh, Taman Rajo, Maro Sebo, dan Jambi Luar Kota (Jaluko). Sementara Kecamatan Sungai Bahar dan Sekernan hingga kini belum masuk dalam daftar wilayah rawan kekeringan.
BACA JUGA: Efisiensi Anggaran, Pemkab Tebo Kurangi Jumlah Kafilah dan Official MTQ Provinsi Jambi 2026
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, menjelaskan bahwa pemetaan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan, bukan berarti desa-desa tersebut telah mengalami krisis air bersih.
"Ini merupakan daerah yang dipetakan sebagai wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau, bukan berarti sudah terdampak. Pemetaan ini menjadi langkah antisipasi agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat apabila terjadi kekeringan," ujarnya.
BACA JUGA: Al Haris Pimpin Evaluasi SAKIP Pemprov Jambi, Targetkan Predikat BB Harga Mati
Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD Muaro Jambi telah menyiapkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki apabila ada desa yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.
Namun, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa yang terdampak. Setelah menerima laporan, BPBD akan melakukan verifikasi sebelum menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan.
BPBD juga mengimbau pemerintah desa dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta segera melaporkan jika mulai terjadi krisis air bersih. Selain itu, masyarakat diminta lebih bijak dan menghemat penggunaan air agar ketersediaan air tetap terjaga.
"Apabila ada desa yang membutuhkan suplai air bersih, silakan mengajukan permohonan melalui pemerintah desa kepada BPBD Muaro Jambi. Setelah ada laporan dan pengajuan, kami akan melakukan verifikasi dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan," tutup Anari.(wan)
