iklan Pelayanan Travel Safamarwa Disorot, Perbedaan Versi Muncul Terkait Penurunan Penumpang di Rawang
Pelayanan Travel Safamarwa Disorot, Perbedaan Versi Muncul Terkait Penurunan Penumpang di Rawang

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Pelayanan salah satu jasa transportasi travel di Kerinci menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan seorang penumpang perempuan berinisial P diturunkan di tepi jalan saat hujan deras di kawasan Jembatan Rawang, Kota Sungai Penuh, Rabu (22/7/2026).

Peristiwa ini menjadi perhatian setelah pihak keluarga menyampaikan keberatan atas perlakuan yang dinilai kurang memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang, terutama karena P baru saja menempuh perjalanan panjang dari Jakarta menuju kampung halamannya di Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur.

Menurut keterangan kakak P, Rifki Dermawan, pihak keluarga sejak awal telah berkoordinasi dengan sopir terkait titik penurunan.

BACA JUGA: Disdik Provinsi Jambi Kirim 37 Siswa Vokasi Terbaik ke LKS Nasional, Optimis Dulang Medali

Mereka mengusulkan beberapa lokasi yang dianggap lebih aman untuk menunggu penjemputan, seperti kawasan Koto Lolo atau minimarket di Hamparan Rawang, mengingat kondisi cuaca saat itu sedang hujan.

Namun, menurutnya, usulan tersebut tidak dapat dipenuhi karena alasan rute perjalanan. Ia juga mengaku sempat meminta agar sopir menunggu hingga dirinya tiba di lokasi, tetapi hal tersebut disebut tidak terlaksana.

“Adik saya penumpang terakhir, kami hanya minta diturunkan di tempat yang aman atau menunggu sebentar sampai dijemput. Tapi tetap diturunkan saat hujan,” ujar Rifki.

BACA JUGA: Dilantik Langsung Muhaimin Iskandar, DPC PKB Muaro Jambi Siap Tancap Gas Besarkan Partai

Di sisi lain, pihak sopir Travel Safamarwa memberikan penjelasan berbeda. Salah satu sopir, Jaka, menyatakan bahwa proses pengangkutan penumpang telah dilakukan sesuai prosedur operasional, termasuk sistem transit dan pembagian jalur di wilayah Pulau Sangkar untuk efisiensi perjalanan.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal P menyampaikan tujuan akhir ke Sungai Tutung. Namun, dalam perjalanan, P disebut mengubah titik penurunan menjadi Simpang Tiga Rawang, sehingga dilakukan perpindahan kendaraan ke sopir lain yang menuju jalur tersebut.

Sementara itu, sopir kedua, Yar, mengatakan dirinya telah berupaya memastikan titik penjemputan sesuai dengan informasi dari penumpang. Ia menyebut P sempat menyampaikan akan dijemput oleh keluarganya di kawasan Rawang.

BACA JUGA: 10 Besar Calon Pimpinan BAZNAS Muaro Jambi Lolos ke Tahap Nasional, Ini Daftar Namanya

“Setibanya di lokasi, kami berhenti dan tidak langsung pergi. Kami menunggu hingga kakaknya datang menjemput,” ujar Yar.

Menurutnya, kendaraan baru melanjutkan perjalanan setelah penjemput tiba, meskipun sempat ada desakan dari penumpang lain yang ingin segera melanjutkan perjalanan.

Perbedaan keterangan antara pihak keluarga dan sopir ini memunculkan kebutuhan akan klarifikasi lebih lanjut dari manajemen Travel Safamarwa. Pengamat transportasi menilai, kasus ini menjadi pengingat pentingnya standar pelayanan yang tidak hanya mempertimbangkan efisiensi rute, tetapi juga keselamatan, kenyamanan, serta komunikasi yang jelas dengan penumpang.

Kejadian ini juga menjadi momentum bagi penyedia jasa transportasi untuk memperkuat prosedur operasional, terutama dalam kondisi khusus seperti cuaca buruk atau penumpang dengan kebutuhan penjemputan.

Pihak keluarga berharap adanya penjelasan resmi serta evaluasi menyeluruh dari manajemen travel agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, publik menantikan langkah konkret dari pihak terkait guna memastikan standar pelayanan transportasi yang lebih aman dan humanis di wilayah Kerinci dan sekitarnya.(Hdp)


Berita Terkait



add images