iklan Laba Hutama Karya Lampaui Target RKAP Semester I 2026, Kontrak Baru Naik 22,1 Persen
Laba Hutama Karya Lampaui Target RKAP Semester I 2026, Kontrak Baru Naik 22,1 Persen

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026 dengan membukukan laba bersih konsolidasi mencapai 174,96 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Capaian tersebut ditopang oleh segmen pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kini menjadi kontributor utama laba perusahaan.

Kinerja tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Semester I 2026 Hutama Karya yang digelar di Jakarta, Selasa (21/7), dan dihadiri jajaran Direksi serta Dewan Komisaris.

BACA JUGA: Pelindo Regional 2 Jambi Dukung Implementasi PAB, Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan capaian tersebut menunjukkan transformasi bisnis perusahaan berjalan sesuai arah yang ditetapkan.

"Capaian laba Semester I 2026 menegaskan bahwa transformasi Hutama Karya berjalan pada arah yang tepat. Saat kontribusi JTTS semakin besar sebagai sumber pendapatan berulang, kami juga tetap disiplin menjaga kualitas order book dan kesehatan neraca," ujarnya.

BACA JUGA: Jalur Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan Resmi Dibuka, Tempuh 4 Hari 3 Malam

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi unaudited per 30 Juni 2026, Hutama Karya memperoleh kontrak baru senilai Rp6,30 triliun, meningkat 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontrak tersebut berasal dari proyek jalan, jembatan, gedung, sumber daya air, manufaktur, hingga Operation & Maintenance (O&M) jalan tol.

Dari sisi keuangan, ekuitas perusahaan meningkat 2,30 persen secara tahunan (year on year/YoY) dan mencapai 101,49 persen dari target RKAP, sementara total utang berhasil ditekan 11,49 persen YoY, melanjutkan tren deleveraging yang berlangsung sejak 2024. Pendapatan perusahaan juga telah mencapai 81,83 persen dari target RKAP.

Perusahaan menilai struktur laba saat ini mencerminkan pergeseran model bisnis Hutama Karya dari kontraktor murni menjadi pengembang sekaligus operator infrastruktur, dengan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) yang terus meningkat seiring bertambahnya ruas tol yang beroperasi.

BACA JUGA: Sekda Muaro Jambi Pimpin Persiapan Apel Siaga Karhutla, Pastikan Personel dan Peralatan Siap

Hingga akhir Triwulan II 2026, order book perusahaan tumbuh 6,24 persen dibandingkan Triwulan I 2026, didominasi proyek-proyek pemerintah.

Pada penugasan strategis, Hutama Karya menambah 24,4 kilometer ruas Jalan Tol Trans Sumatera selama Triwulan II 2026, meliputi ruas Betung–Jambi (16,8 km), Palembang–Betung (4,5 km), dan Rengat–Pekanbaru (3,1 km). Penambahan ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Triwulan I yang mencapai 10,1 kilometer.

Dengan tambahan tersebut, total panjang JTTS yang telah dibangun Hutama Karya kini mencapai 1.117,6 kilometer. Ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi Seksi 1 ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.

Sementara itu, dari sisi operasional, trafik kendaraan di JTTS terus menunjukkan tren positif. Selama Semester I 2026 tercatat 17 juta kendaraan melintasi JTTS, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, kinerja Semester I 2026 menunjukkan transformasi Hutama Karya dari orientasi pertumbuhan volume menuju peningkatan kualitas laba dan penguatan struktur keuangan. Dengan laba yang melampaui target, pertumbuhan kontrak baru, serta penurunan utang yang berkelanjutan, perusahaan optimistis menghadapi paruh kedua tahun 2026.(*)


Berita Terkait



add images