iklan PETI Excavator Makin Menggila, Keruk Tanah Hanya Beberapa Meter dari Jalan
PETI Excavator Makin Menggila, Keruk Tanah Hanya Beberapa Meter dari Jalan

JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo semakin menggila. Kini mereka bekerja secara terang-terangan dan dekat dengan fasilitas umum.

Seperti yang terpantau di Dusun Rantel, Kecamatan Pelepat yang berbatasan dengan dusun Balai Jaya. Sebuah excavator yang digunakan untuk PETI beroperasi sekitar hanya 5 meter dari jalan rigid beton yang merupakan jalan utama penghubung beberapa dusun di kecamatan Pelepat.

BACA JUGA: BULOG Jambi Percepat Bantuan Pangan dan Jaga Harga Beras dan MinyaKita Terkendali

Sebuah alat berat merek Zoomlion ZE 215 warna hijau abu-abu terlihat bebas beroperasi di lokasi meski dekat dengan lalu lalangnya masyarakat.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena aktivitas pengerukan tanah di sekitar jalan berpotensi menyebabkan kerusakan bahkan mengancam keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Gubernur Al Haris Dukung Perkuatan Pengelolaan Lingkungan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, alat berat tersebut diduga milik seorang warga Rantau Telau yang dikenal dengan nama Eli.

“Zoomlion yang kerja dekat jalan rabat beton itu infonya milik Cik Eli,” ujar HS, salah seorang warga Rantau Telau, Sabtu (6/6/2026).

Sumber juga mengungkapkan bahwa nama Eli sudah lama dikaitkan dengan aktivitas PETI di wilayah tersebut. Bahkan, alat berat yang kini beroperasi di dekat jalan rigid beton disebut baru dipindahkan dari lokasi lamanya. “Zoomlion itu baru pindah ke sana. Eli juga sudah cukup lama main PETI,” kata sumber lagi.

BACA JUGA: Gudang Pengemasan Minyak Goreng di Muaro Jambi Ludes Terbakar, Dua Mobil Operasional Ikut Hangus

Pantauan di lapangan menunjukkan alat berat tersebut beroperasi sangat dekat dengan akses utama masyarakat. Sejumlah titik di sisi jalan bahkan terlihat telah mengalami pengerukan tanah.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar. Jika aktivitas tersebut terus berlangsung tanpa tindakan tegas, jalan rigid beton yang dibangun menggunakan anggaran negara itu terancam rusak bahkan amblas akibat berkurangnya penyangga tanah di sisi badan jalan.

Yang menjadi sorotan, aktivitas alat berat tersebut berlangsung secara terbuka dan mudah terlihat. Namun hingga kini belum tampak adanya tindakan maupun penertiban dari aparat penegak hukum.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih besar terhadap infrastruktur maupun lingkungan.(aes)


Berita Terkait