iklan Jafar Akhmad
Jafar Akhmad

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi, Sarolangun dan Tebo akan berakhir dalam waktu dekat. Ini mengharuskan Gubenur Jambi, Zumi Zola menunjuk penjabat (Pj) bupati hingga terpilih bupati dan wakil bupati defenitif pada Pilkada 2017 mendatang.

Penunjukan Pj ini dinilai sangat rentan dengan politisasi. Ini mengingat Zola sendiri merupakan ketua DPW PAN Provinsi Jambi. Jika dilihat dari kaca mata politik, Zola tentunya memiliki kepentingan dan bergaining besar menuju Pilkada tersebut.

Pengamat Politik Jambi, Jafar Ahmad mengatakan, untuk membaca ini tentunya harus di lihat dari perspektif kekuasaan. Di mana para calon yang akan meletakkan jabatanya ini tentu akan memasang orang yang bisa memberikan konstribusi terhadap pencalonannya.

Yang akan berpengaruh itu adalah apakah pengganti ini bisa berkuasa atas nama mereka (calon incumbent, red) atau tidak. Kalau misalnya CE atau Sukandar mampu menunjuk pengganti Pj itu perpanjangan tangannya maka kekuatan incumbent justru tetap, sebutnya.

Namun karena penunjukkan ini dilakukan oleh Gubernur Jambi tentunya akan memberi pengaruh yang besar terhadap mobilisasi pemilih yang menggunakan kekuasaan. Bentuk kekuasaan itu sangat banyak yakni pemamfaatan APBD hingga memobilisir jaringan birokrat. Jadi kalau kekuasan mampu diperpanjang dengan cara seperti itu maka kemampuan incumbent ini akan stabil, tapi kalau tidak maka akan meredup, sebutnya.

Untuk itu Zola dengan kapasitasnya dipastikan akan mengambil peran dan posisi penting. Setidaknya akan ada kompromi politik dalam penentuan tersebut. Jabatan Gubernur dan Ketua DPW PAN itu kan secara nyata tidak bisa dipisahkan. Maka akan jelas apa yang akan didapat dan apa yang akan di beri, sebutnya.

Namun sekali lagi, jafar menegaskan hal ini harus dilihat dari kaca mata politik. Jika dari sisi ini tentunya sah-sah saja untuk menjaga kekuasaan. Tapi kalau soal Gubernur harus propesional tentu mesti dilihat dari sudut berbeda. Kalau politik itu cara berpikirnya harus begitu, untuk mendapatkan kekuasaan harus di akumulasi, caranya baik dengan mengumpulkan uang, jabatan, mengatur ketua partai dan sebagainya, jelasnya.

Atas dasar ini secara sadar Zola tentu tidak bisa melepaskan diri dari kepentingan ini. Meskipun secara normative zola mengatakan ia akan objektif di mata publik. Gubernur itu juga membutuhkan dukungan untuk Jambi tuntas 2021. Maka akan nyaman jika orang-orangnya yang berada di tingkat daerah ketimbang dengan orang lain yang berseberangan. Atau paling tidak orang yang netral, tukasnya. (aiz)


Berita Terkait



add images