JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Kali ini, si jago merah melalap lahan kosong di RT 01, Desa Sungai Landai, Kecamatan Mestong, Sabtu (24/10) malam. Petugas pemadam kebakaran harus mengerahkan sekitar 4.000 liter air untuk menjinakkan api.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.20 WIB. Peristiwa itu sempat mengagetkan warga setempat. Laporan baru diterima petugas piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Muaro Jambi pada pukul 18.44 WIB melalui layanan WhatsApp Call Center dari warga bernama Jaka Priyatma.
BACA JUGA: Kecelakaan Truk Hino Dutro dan Isuzu Panther di Tanjabtim, Dua Orang Luka-luka
Merespons laporan tersebut, lima personel Regu 3 Pos Wilayah Jambi Luar Kota (Jaluko) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Sekretaris Damkarmat Muaro Jambi Herman Susilo mengatakan, petugas segera bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat. Langkah cepat dilakukan untuk mencegah api merambat dan membakar area yang lebih luas.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi kejadian. Kami berupaya agar kebakaran bisa segera ditangani sehingga api tidak merambat semakin luas,” ujarnya.
BACA JUGA: Razia knalpot brong, Satlantas Polresta Jambi Amankan Puluhan Kendaraan
Setibanya di lokasi, petugas langsung menyemprotkan air ke sejumlah titik api. Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Menurut Herman, sekitar 4.000 liter air digunakan dalam operasi tersebut. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan kondisi di lokasi aman sebelum mengakhiri penanganan.
“Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan situasi aman sebelum operasi dinyatakan selesai,” jelasnya.
BACA JUGA: Muaro Jambi Siapkan 23 Rumah Oksigen Gratis, Warga Terdampak Kabut Asap Bisa Datang ke Puskesmas
Herman mengingatkan, kecepatan laporan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran. Informasi yang diterima lebih awal memungkinkan petugas segera menuju lokasi sebelum api telanjur meluas.
Dia meminta warga tidak menunda pelaporan apabila menemukan kebakaran maupun titik api di sekitar permukiman atau lahan kosong.
“Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula petugas dapat bergerak melakukan penanganan. Kami berharap masyarakat segera melapor apabila melihat kebakaran agar api bisa ditangani sebelum meluas,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. Herman berharap kepedulian warga dapat membantu mencegah kejadian serupa sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Apabila menemukan titik api, segera sampaikan laporan kepada petugas Damkar supaya bisa ditindaklanjuti secepat mungkin,” tandasnya. (wan)
