iklan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali.

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyiapkan 23 rumah oksigen gratis yang tersebar di seluruh puskesmas untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fasilitas ini disediakan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama warga yang mengalami keluhan pernapasan akibat memburuknya kualitas udara.

BACA JUGA: Polsek Kota Baru Gerebek Rumah Diduga Basecamp Narkoba di Alam Barajo, Dua Pria Diamankan

Kehadiran rumah oksigen tersebut juga diharapkan membantu kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, mengatakan penyediaan rumah oksigen itu merupakan tindak lanjut instruksi Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan di tengah kondisi kabut asap.

“Di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla ini, Bupati ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan. Karena itu, rumah oksigen kami hadirkan di 23 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Muaro Jambi,” kata Aang, kemarin.

BACA JUGA: Wabup Khafidh Lantik 17 Kepala Puskesmas di Merangin, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Ia menegaskan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan rumah oksigen tersebut secara gratis. Warga yang membutuhkan bantuan oksigen dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan medis.

“Layanan rumah oksigen ini gratis. Kami berharap keberadaannya benar-benar bisa membantu masyarakat, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara yang kurang baik,” sampainya.

Menurut Aang, keberadaan 23 rumah oksigen ini juga bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga warga tidak perlu menempuh perjalanan terlalu jauh untuk mendapatkan pertolongan.

BACA JUGA: Delapan Fraksi DPRD Kota Jambi Soroti PAD Rp720,55 Miliar, Sampah hingga Banjir dalam RAPBD 2027

Puskesmas, lanjutnya, menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan ketika kondisi lingkungan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kami berupaya agar pelayanan kesehatan tetap bisa dijangkau masyarakat. Dengan tersedianya rumah oksigen di 23 puskesmas, warga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Di sisi lain, Aang mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh dampak kabut asap. Paparan asap karhutla dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan tenggorokan, batuk, hingga gangguan pernapasan.


Berita Terkait