JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi untuk lebih inovatif dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dorongan ini disampaikannya menyusul adanya proyeksi penurunan pada postur anggaran tahun 2027.
Pernyataan tersebut disampaikan Hafiz setelah pihaknya mendengarkan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk tahun 2027.
BACA JUGA: Pembunuhan di Mendahara Ulu Tanjabtim, Pria 58 Tahun Tewas Diduga Akibat Sengketa Lahan
Berdasarkan sambutan Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Hafiz mengungkapkan bahwa proyeksi pendapatan daerah pada tahun 2027 kemungkinan akan mengalami penurunan sekitar 0,58 persen. Ia juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada penambahan sektor baru untuk menggenjot pendapatan tersebut.
"Kalau ditanya cukup atau tidak cukup, pasti kita semua ingin dalam kemampuan yang lebih. Cuman hari ini dengan keadaan yang ada, kita diharuskan untuk mampu menghadapi tantangan," ujar Hafiz kepada Jambi Ekspres usai rapat paripurna, Jum'at (10/7/2026) pagi.
BACA JUGA: Didampingi Sy Fasha, Badan Aspirasi Masyarakat DPR-RI Upayakan Buka Blokir Sertifikat Warga Jambi
Sebagai langkah konkret dari legislatif, Hafiz menegaskan bahwa DPRD Provinsi Jambi akan segera melakukan koordinasi melalui komisi-komisi terkait untuk memanggil OPD di lingkup Pemprov Jambi. Pemanggilan ini secara khusus akan menyasar OPD-OPD yang memiliki sumber pendapatan daerah."Bagaimana inovasi-inovasi khususnya OPD yang memiliki sumber pendapatan daerah. Nah, ini harus kita kejar," tegas Politisi Partai Amanat Nasional ini.
Hafiz menambahkan bahwa agenda ini baru merupakan tahap pertama dari serangkaian proses perencanaan anggaran. Selanjutnya, draf KUA-PPAS 2027 tersebut akan dibahas lebih mendalam melalui pandangan fraksi-fraksi untuk tindak lanjut LHP, serta pembahasan di tingkat komisi dan Badan Anggaran (Banggar).
BACA JUGA: Cegah Geng Motor, Polres Tanjab Barat Gencarkan Sosialisasi ke Sekolah dan Masyarakat
Pihaknya berjanji akan menginstruksikan komisi-komisi di DPRD untuk membedah target pendapatan daerah tersebut agar postur fiskal Provinsi Jambi di tahun 2027 dapat lebih maksimal.
Adapun Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyampaikan asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan Rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2027 adalah pertumbuhan ekonomi, laju Inflasi dan asumsi lainnya terkait dengan indikator makro daerah. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2027 ditargetkan pada kisaran 5,2 persen sampai dengan 5,8 persen. Target ini merupakan hasil penyelarasan dengan target indikator makro nasional untuk tahun 2027.
Dijelaskan Wagub, untuk Rencana target Pendapatan Daerah berjumlah Rp3,736 trilyun. Jumlah tersebut berkurang sejumlah 21,969 miliar rupiah jika dibandingkan dengan APBD murni Tahun Anggaran 2026 yang ditetapkan sejumlah 3,758 trilyun rupiah atau turun sebesar 0,58 persen. "Penurunan target pendapatan daerah tersebut disebabkan oleh penurunan target pada semua komponen pendapatan, baik Pendapatan Asli Daerah, pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah, " sebutnya. (aan)
