JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Informasi kemunculan harimau di kawasan ujung ladang Kabupaten Kerinci memicu kekhawatiran warga dan langsung ditindaklanjuti pihak terkait. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.
Kasi BBTNKS wilayah Kerinci, David, menyampaikan bahwa penelusuran dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang mengaku melihat harimau melintas di area perladangan.
BACA JUGA: Tingkatkan Profesionalisme, Polda Jambi Gelar Rakernis Gabungan Bidkum dan Bidhumas TA 2026
Hingga Jumat (5/6/2026), tim masih berada di lokasi untuk melakukan pengecekan lanjutan.
“Tim sudah kita turunkan untuk mengecek lokasi. Informasi awal dari beberapa masyarakat, mereka melihat harimau melintas di sekitar ladang. Saat ini kawan-kawan juga masih di lokasi untuk tindak lanjut dari laporan kemarin,” ujarnya.
BACA JUGA: Tuntutan Dua Rekan Alung dalam Kasus 58 Kg Sabu Ditunda, Rentut Kejagung Belum Turun
Dari hasil pemeriksaan sementara, tim belum menemukan keberadaan harimau secara langsung di lokasi. Namun, indikasi keberadaan satwa tersebut diperkuat oleh rekaman video milik warga serta temuan jejak di sekitar area ladang.
“Kalau secara langsung belum ada ditemukan. Tapi dari video masyarakat yang ladangnya kita cek, serta jejak di lapangan, memang ada tanda-tanda keberadaan harimau,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak pernah ada kegiatan pelepasliaran harimau di kawasan tersebut. Dengan demikian, satwa yang diduga muncul dipastikan merupakan harimau liar yang berasal dari habitat alaminya.
“Tidak pernah ada pelepasliaran harimau di lokasi itu. Bisa dipastikan itu harimau liar,” tegasnya.
BACA JUGA: 7 Saksi Termasuk Direktur sudah Diperiksa, Polda Jambi Dalami Kebakaran Gudang Minyak di Kota Baru
Menariknya, di sekitar jejak yang ditemukan, tim juga mendapati jejak babi hutan. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang menarik keberadaan harimau ke kawasan tersebut, karena ketersediaan sumber pakan alami.
Selain itu, pihak BBTNKS juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi untuk langkah penanganan lanjutan. Namun hingga saat ini, belum ada pemasangan perangkap di lokasi.
“Kami juga sudah berkomunikasi dengan teman-teman dari BKSDA Jambi untuk penanganan tindak lanjutnya,” ungkap David.
BBTNKS mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari aktivitas sendirian di ladang, serta segera melapor jika kembali melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar permukiman maupun area perladangan.(Hdp)
