iklan Razia di Lapas Perempuan Jambi, Benda Tajam Hingga Kelebihan Pakaian dan Bantal Disita Petugas
Razia di Lapas Perempuan Jambi, Benda Tajam Hingga Kelebihan Pakaian dan Bantal Disita Petugas

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI - Petugas Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi kembali menggelar razia di blok hunian warga binaan. Penggeledahan dilakukan menyeluruh, menyasar kamar-kamar yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang.

Dari razia tersebut, petugas menemukan sejumlah benda yang dinilai membahayakan keselamatan. Di antaranya benda tajam, jarum, pecahan kaca cermin, hingga tali yang disembunyikan di dalam kamar. Barang-barang itu langsung diamankan untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

BACA JUGA: Lakalantas di Muaro Jambi, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Badan Jalan

Selain barang berbahaya, petugas juga menertibkan kepemilikan barang pribadi yang melebihi ketentuan. Sejumlah warga binaan kedapatan menyimpan bantal lebih dari satu serta pakaian yang jumlahnya melampaui batas maksimal yaitu 12 setel per orang.

Kepala Lapas Perempuan Jambi, Meita Eriza, mengatakan pembatasan jumlah barang merupakan bagian dari upaya pengendalian keamanan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan hunian.

BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Sinergi dengan Pemprov Jambi, Pastikan Pasokan Energi Aman dan Stabil

“Pembatasan ini kami terapkan untuk mencegah penumpukan barang yang berpotensi menjadi tempat penyembunyian benda terlarang serta menjaga kebersihan di dalam blok hunian,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh barang hasil razia langsung disita dan dimusnahkan. “Semua barang yang kami sita, baik itu benda tajam maupun kelebihan pakaian dan bantal, kami kumpulkan untuk dimusnahkan,” sampainya.

Menurut Meita, pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran aturan di dalam lapas. Namun, pendekatan pembinaan tetap dilakukan bagi warga binaan yang melanggar.

BACA JUGA: Sudah 10 Tahun Dipasang, Jargas di Pakuan Baru Tak Berfungsi, Warga: Gasnya Ke Mana?

"Kami tetap mengedepankan pembinaan. Warga binaan yang melanggar akan diberikan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.

Razia rutin ini, kata dia, menjadi bagian dari langkah preventif untuk memastikan kondisi lapas tetap aman dan tertib.

“Langkah ini diambil bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga kesehatan dan kenyamanan warga binaan itu sendiri,” tutupnya. (wan)


Berita Terkait



add images