iklan Udara Kota Jambi Pada Malam Hari Makin Buruk, ISPU Tembus 282 
Udara Kota Jambi Pada Malam Hari Makin Buruk, ISPU Tembus 282 

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Kualitas udara di Kota Jambi terus memburuk. Memasuki Rabu malam, 16 September 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Paal Lima tercatat 282, masuk kategori sangat tidak sehat.

Data pemantauan ISPU Net Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi pada pukul 20.00 WIB menunjukkan, pencemar utama berasal dari partikel PM2.5 dengan indeks mencapai 282.

BACA JUGA: Kawasan Gambut Londerang Kembali Terbakar, Al Haris Langsung Tinjau dan Uji Zat Pemadam Api Gambut

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding parameter lainnya. PM10 tercatat 145, SO? 48, CO 39, O? 15 dan NO? 11.

Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan udara dengan kualitas sangat tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, membenarkan memburuknya kualitas udara tersebut.

"Ya, kita pantau kualitas udara saat ini masih sangat tidak sehat," kata Mahruzar.

BACA JUGA: Kota Jambi Raih Penghargaan The Most Improved City dari WWF, Perkuat Aksi Iklim dan Transisi Energi

Menurut Mahruzar, lonjakan ISPU sudah mulai terlihat sejak Minggu malam. 

Ia mengatakan, meningkatnya pencemaran udara diduga kuat dipengaruhi asap karhutla dari sejumlah wilayah sekitar Kota Jambi.

"Ini akibat adanya kebakaran hutan dan lahan. Kemudian asapnya terbawa angin ke Kota Jambi," jelasnya.

Yang membuat kondisi semakin mengkhawatirkan, sejumlah wilayah di sekitar Kota Jambi disebut sudah mencapai level pencemaran yang lebih tinggi.

"Di berbagai wilayah sekitar Kota Jambi, ada yang sudah masuk garis hitam atau berbahaya. Kalau Kota Jambi saat ini masih kategori tidak sehat," katanya.

BACA JUGA: Perkuat Sinergitas Lintas Institusi, Kejaksaan Negeri Batang Hari Gelar Coffee Morning

DLH pun meminta masyarakat tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Warga, terutama kelompok rentan, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi paparan polutan.

"Kalau mau beraktivitas di luar, alangkah baiknya menggunakan masker," imbaunya.

Kelompok sensitif maupun warga yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

ISPU 282 pada malam hari menjadi sinyal bahwa persoalan kualitas udara di Kota Jambi belum benar-benar berakhir. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. (hfz)


Berita Terkait



add images