iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Pemerintah Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil langkah cepat dan tegas untuk menyelesaikan polemik tapal batas antara Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kesepakatan ini dicapai guna meredam potensi konflik antar warga yang mulai memanas di wilayah perbatasan.

‎Langkah penyelesaian tersebut disepakati dalam Rapat Penyusunan Rumusan Kebijakan Batas Daerah Wilayah I yang digelar di Ruang Rapat Lantai 3, Gedung H, Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, pada 11 September 2026 lalu.

‎Gubernur Jambi, Al Haris, yang hadir langsung dalam rapat tersebut mengungkapkan bahwa fokus utama pembahasan adalah penyelesaian batas wilayah di titik krusial, khususnya di kawasan Ladang Panjang.

‎"Terkait batas Jambi dan Sumsel, khususnya di Ladang Panjang, waktu itu disepakati bahwa Pemerintah Musi Banyuasin dan Pemerintah Muaro Jambi akan melakukan survei lapangan bersama," ujar Al Haris.

Sebagai tindak lanjut, tim gabungan dari kedua kabupaten akan segera diterjunkan ke lokasi sengketa. Al Haris menjelaskan, tim ini bertugas untuk melakukan pemetaan ulang dan melihat kondisi riil di lapangan secara komprehensif.

‎"Nanti mereka akan turun ke lapangan, melihat lagi lebih detail yang ada sekarang itu seperti apa, dan mana yang perlu diperbaiki atau diubah posisinya," akunya.

‎Gubernur juga menegaskan adanya komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini secara adil tanpa ada yang merasa dirugikan.

‎"Intinya, kedua kabupaten dan kami dengan Sumsel sepakat bahwa kami akan meletakkan batas yang layak dan tidak ada pihak yang dirugikan. Ya, itu saja intinya," tegas Al Haris.

‎Penyelesaian batas wilayah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Al Haris menekankan bahwa penetapan tapal batas ini berstatus sangat mendesak (urgent).

‎Ia tidak menampik bahwa ketidakjelasan batas wilayah yang dibiarkan berlarut-larut telah memicu percikan ketegangan di akar rumput.

‎"Sangat urgen, karena sudah ada yang mau konflik antarmasyarakat di situ. Urgen sekali saya kira. Kalau tidak selesai-selesai, saya kira ini rawan sekali ke depan," pungkasnya.

(aba/mg3)

 


Berita Terkait



add images