Salah seorang mahasiswa FH UNJA, Ratu Nyimas, mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, pembagian masker sangat membantu mahasiswa yang tetap harus menjalankan berbagai aktivitas di tengah kondisi kabut asap.
“Terima kasih banyak kepada teman-teman FH UNJA dan PT WKS. Saat ini memang sedang musim kabut asap, sehingga masker ini sangat bermanfaat, terutama bagi kami mahasiswa yang tinggal di kos,” ungkap Ratu Nyimas.
Hal senada disampaikan Abim dari BEM FH UNJA. Ia menilai pembagian masker relevan dengan kondisi yang tengah dihadapi mahasiswa dan masyarakat Jambi.
“Pembagian masker ini merupakan agenda yang sangat baik bagi mahasiswa FH maupun mahasiswa UNJA secara umum, mengingat kondisi kabut asap di Jambi hari ini masih cukup tebal,” kata Abim.
Sebanyak 6.000 masker tersebut diharapkan dapat menjangkau tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen, tenaga kependidikan, petugas keamanan, pelaku usaha, serta warga lain yang beraktivitas di lingkungan kampus.
Bagi PT WKS, kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla secara menyeluruh. Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran perlu berjalan beriringan dengan langkah perlindungan kesehatan masyarakat guna mengurangi dampak kabut asap.(*)
