iklan ISPU 150,9, Sekolah di Tanjabtim Berlakukan Pembelajaran Daring Selama Tiga Hari
ISPU 150,9, Sekolah di Tanjabtim Berlakukan Pembelajaran Daring Selama Tiga Hari

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memberlakukan pembelajaran secara daring bagi seluruh satuan pendidikan menyusul kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2,5.

Berdasarkan hasil pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Sabtu (5/9/2026), nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2,5 di Kabupaten Tanjabtim mencapai 150,9. Angka tersebut berada dalam kategori tidak sehat dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan, terutama peserta didik.

BACA JUGA: Bungo Jadi Pionir Manajemen Talenta ASN di Provinsi Jambi, Dedy Putra Terima Penghargaan BKN

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Tanjabtim Nomor 03/DISDIK/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Secara Daring pada Satuan Pendidikan di Wilayah Kabupaten Tanjabtim.

Bupati Tanjabtim Dillah Hikmah Sari mengatakan, penerapan pembelajaran daring merupakan langkah pemerintah daerah untuk melindungi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh warga satuan pendidikan dari paparan pencemaran udara.

BACA JUGA: Erupsi Anak Gunung Krakatau Ganggu Penerbangan, Sejumlah Rute Sultan Thaha Jambi-Jakarta Dibatalkan

"Melihat kondisi kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat, pembelajaran sementara dilaksanakan secara daring sebagai langkah untuk melindungi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan," demikian ditegaskan dalam surat edaran tersebut.

Pembelajaran daring diberlakukan selama tiga hari, mulai Senin (7/9) hingga Rabu (9/9). Kebijakan ini berlaku bagi jenjang PAUD/TK, SD, SMP, serta satuan pendidikan lainnya yang berada di bawah kewenangan Pemkab Tanjabtim.

Selama pembelajaran berlangsung dari rumah, kepala satuan pendidikan, guru dan tenaga kependidikan tetap diwajibkan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Guru diminta melaksanakan pembelajaran dari tempat yang aman dengan memanfaatkan berbagai platform pembelajaran yang tersedia.

BACA JUGA: Ditanam Sy Fasha 8 Tahun yang Lalu, Bunga Tabebuya Kini Bermekaran Percantik Kota Jambi

Sekolah juga diminta memastikan proses belajar tetap berjalan efektif dan terarah sehingga hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan tetap terpenuhi.

Kepala sekolah wajib menyampaikan informasi terkait pembelajaran daring kepada orang tua atau wali peserta didik. Selain itu, sekolah diminta memastikan peserta didik mendapatkan pendampingan selama proses belajar dari rumah.

Pemkab Tanjabtim juga mengimbau seluruh warga satuan pendidikan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menghindari paparan asap dan debu secara langsung.

"Peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dihimbau menggunakan masker apabila harus melakukan aktivitas di luar serta segera mendapatkan penanganan kesehatan apabila mengalami keluhan akibat paparan kualitas udara," terang Bupati.

Sekolah juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi resmi pemerintah daerah dan instansi terkait. Kondisi kesehatan peserta didik menjadi perhatian dengan melakukan koordinasi bersama kepala puskesmas di wilayah masing-masing.

Setelah masa pembelajaran daring berakhir, kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi aktual ISPU serta hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Tanjabtim dan instansi terkait.

Namun, apabila kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat atau justru memburuk, masa pembelajaran daring dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi dan kebijakan Pemkab Tanjabtim.

Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan, pengawas sekolah dan kepala satuan pendidikan juga diminta melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap pelaksanaan surat edaran tersebut.

"Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk upaya Pemkab Tanjabtim dalam menjamin keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan serta seluruh warga satuan pendidikan di tengah kondisi kualitas udara yang belum membaik," tutupnya. (lan)


Berita Terkait



add images