JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jambi bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaksanakan kegiatan Assessment Penanggulangan Terorisme di lingkungan operasional UBP Jambi, Selasa (1/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat deteksi dan mitigasi dini terhadap potensi penyebaran paham radikalisme serta ancaman terorisme yang dapat mengganggu keamanan aset dan keberlangsungan operasional perusahaan.
Sebagai salah satu Objek Vital Nasional, PLN memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat. Oleh karena itu, aspek keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi dan kepedulian seluruh unsur yang berada di lingkungan kerja.
BACA JUGA: Sugiyono Tinggalkan Kursi Kadisdik Kota Jambi, Sosok Ini Langsung Ditunjuk Gantikan
Assessment bersama BNPT tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memetakan potensi risiko yang dapat muncul, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal. Upaya pencegahan dilakukan sedini mungkin untuk memastikan tidak terdapat ruang bagi berkembangnya paham radikal yang berpotensi mengarah pada tindakan terorisme dan mengancam keselamatan personel, keamanan aset, maupun keandalan operasional pembangkitan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi, S.H., M.H., Direktur Perlindungan Sarana dan Prasarana BNPT, serta Kombes Polisi Zulkifli, S.Ag., S.H., Kepala Subdirektorat Perlindungan Objek Vital dan Fasilitas Publik BNPT, bersama jajaran manajemen dan personel PLN Indonesia Power UBP Jambi.
BACA JUGA: Jelang Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81, Kejati Jambi Gelar Ziarah ke Taman Makam Pahlawan
Dalam paparannya, Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi menegaskan bahwa pencegahan paham radikalisme dan terorisme merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan kerja.
“Upaya pencegahan paham radikalisme merupakan tanggung jawab kita bersama. Ancaman terorisme dapat mengganggu keselamatan dan keamanan masyarakat. Terlebih pada Objek Vital Nasional seperti PLN Indonesia Power UBP Jambi, aspek keamanan harus menjadi perhatian bersama agar aset strategis ini terlindungi dari berbagai potensi ancaman,” ujar Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi.
Menurutnya, langkah mitigasi dan deteksi dini menjadi penting untuk membangun lingkungan kerja yang aman sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh personel terhadap berbagai bentuk dan indikasi ancaman radikalisme maupun terorisme. Dengan pemahaman yang baik, setiap personel diharapkan mampu mengenali potensi ancaman serta mengambil langkah yang tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Manager PLN Indonesia Power UBP Jambi, Purba Kusuma, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPT atas sinergi dan pendampingan yang diberikan kepada UBP Jambi.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNPT yang telah hadir dan memberikan pendampingan kepada PLN Indonesia Power UBP Jambi. Kegiatan ini sangat penting bagi kami untuk memastikan seluruh elemen di UBP Jambi memiliki pemahaman yang sama dalam mencegah dan mengantisipasi potensi ancaman radikalisme, baik yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal,” ungkap Purba Kusuma.
Purba menambahkan, kegiatan assessment tersebut memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan personel, sekaligus memperkuat sistem keamanan di lingkungan UBP Jambi.
