JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional dan nasional. Kabupaten Bungo menjadi instansi pertama di Provinsi Jambi yang memperoleh persetujuan penerapan Manajemen Talenta ASN.
Atas capaian tersebut, Bupati Bungo H. Dedy Putra menerima Piagam Penghargaan Pembangunan Manajemen Talenta dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H.
BACA JUGA: Erupsi Anak Gunung Krakatau Ganggu Penerbangan, Sejumlah Rute Sultan Thaha Jambi-Jakarta Dibatalkan
Penghargaan tersebut diserahkan pada Kamis (3/9/2026) di Ballroom Amaris Hotel, Kabupaten Bungo. Dedy Putra tercatat sebagai satu-satunya kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang menerima penghargaan tersebut.
Capaian ini menjadi bukti komitmen Pemkab Bungo dalam membangun sistem pengelolaan ASN yang lebih profesional, terukur, dan berbasis pada potensi serta kompetensi talenta.
BACA JUGA: Ditanam Sy Fasha 8 Tahun yang Lalu, Bunga Tabebuya Kini Bermekaran Percantik Kota Jambi
Manajemen Talenta diharapkan menjadi fondasi dalam pengembangan karier ASN, termasuk melalui mekanisme mobilitas talenta yang transparan dan terarah.
Momen tersebut semakin istimewa karena Kabupaten Bungo juga dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan Manajemen ASN se-Provinsi Jambi.
Kegiatan itu dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Jambi Al Haris, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang Heni Sri Wahyuni, Bupati Kaur Provinsi Bengkulu, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.
BACA JUGA: Kunci Gambut Tak Membara: APHI Jambi Pacu Penguatan Tata Air Sesuai Arahan Wamen LH
Dalam arahannya, Kepala BKN RI Prof. Zudan Arif Fakrulloh menekankan pentingnya percepatan transformasi birokrasi melalui sistem digital.
Menurutnya, pola kerja birokrasi harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, sederhana, dan efisien.
"Pola kerja lama dengan durasi panjang dan jam kerja terbatas harus diubah menjadi mudah, sederhana, melayani, dan membahagiakan. Saat ini BKN telah menyediakan 47 jenis layanan kepegawaian yang sepenuhnya dapat diakses secara digital tanpa perlu hadir fisik," ujar Prof. Zudan.
