JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kabar gembira kembali datang bagi petani kelapa sawit di Provinsi Jambi. Menjelang akhir Juli 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kembali mengalami kenaikan, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan petani.
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga di Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, harga TBS kelapa sawit untuk periode 17–23 Juli 2026 naik sebesar Rp7,47 per kilogram. Untuk tanaman sawit berusia 10–20 tahun, harga ditetapkan menjadi Rp3.864,36 per kilogram.
Berikut daftar harga TBS kelapa sawit di Provinsi Jambi berdasarkan usia tanam:
Umur 3 tahun: Rp3.208,15/kg
Umur 4 tahun: Rp3.388,60/kg
Umur 5 tahun: Rp3.466,22/kg
Umur 6 tahun: Rp3.560,82/kg
Umur 7 tahun: Rp3.642,48/kg
Umur 8 tahun: Rp3.697,02/kg
Umur 9 tahun: Rp3.782,43/kg
Umur 10–20 tahun: Rp3.864,36/kg
Umur 21 tahun: Rp3.803,96/kg
Umur 22 tahun: Rp3.715,96/kg
Umur 23 tahun: Rp3.679,38/kg
Umur 24 tahun: Rp3.500,91/kg
Umur 25 tahun: Rp3.601,16/kg
Umur 26 tahun: Rp3.486,77/kg
Umur 27 tahun: Rp3.400,45/kg
Umur 28 tahun: Rp3.307,05/kg
Umur 29 tahun: Rp3.205,15/kg
Umur 30 tahun: Rp3.097,43/kg
Selain itu, tim penetapan harga juga menetapkan harga crude palm oil (CPO) sebesar Rp15.228,48 per kilogram. Sementara harga inti sawit (kernel) ditetapkan Rp13.763,03 per kilogram, harga cangkang sebesar Rp16,76 per kilogram, dengan indeks K sebesar 93,07 persen.
Kenaikan harga TBS ini diharapkan mampu memberikan tambahan pendapatan bagi petani sawit di Provinsi Jambi sekaligus menjaga gairah sektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
