iklan Tragis, Tiga Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas di Dalam Palka Tongkang di Muaro Jambi
Tragis, Tiga Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas di Dalam Palka Tongkang di Muaro Jambi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Tiga pekerja kapal dilaporkan meninggal dunia setelah diduga keracunan gas saat berada di dalam palka Tongkang KM TS Daya Niaso di kawasan Sungai Batanghari, Niaso, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (20/5/2026).

Ketiga korban diketahui merupakan warga Pontianak, Kalimantan Barat. Mereka masing-masing bernama Zulkarnain (42), Popo (32), dan Rudiansyah (41).

BACA JUGA: Kasus Korupsi Kredit BNI Rp105 Miliar, Bengawan Kamto Dijatuhi Hukuman 6 Tahun Penjara

Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 09.15 WIB dari pemilik tongkang bernama Sani.

“Ketiga korban sebelumnya turun ke dalam palka untuk melakukan pekerjaan perbaikan. Namun setelah berada di dalam, korban diduga menghirup gas beracun hingga lemas dan tidak merespon saat dipanggil,” kata Adah Sudarsa.

BACA JUGA: Kapolda Jambi Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Tegaskan Semangat Persatuan dan Nasionalisme

Mendapat laporan tersebut, Basarnas Jambi langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 13,5 kilometer. Tim SAR gabungan tiba di lokasi pukul 10.25 WIB dan langsung melakukan proses evakuasi.

Menurut Adah, proses penyelamatan berlangsung cukup berisiko karena lokasi korban berada di ruang terbatas atau confined space yang minim oksigen dan diduga mengandung gas beracun.

“Tim menggunakan peralatan khusus Confined Space Rescue (CSR) untuk melakukan evakuasi korban dari dalam palka tongkang,” ujarnya.

BACA JUGA: Razia Gabungan di Lapas Kelas IIA Jambi Temukan Handphone hingga Rice Cooker

Korban pertama bernama Zulkarnain berhasil dievakuasi pukul 10.58 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lima menit kemudian, korban kedua atas nama Popo berhasil diangkat ke atas kapal juga dalam kondisi meninggal dunia.

Selanjutnya pada pukul 11.08 WIB, korban ketiga bernama Rudiansyah berhasil dievakuasi. Seluruh korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk penanganan lebih lanjut.

Adah menjelaskan, operasi SAR melibatkan personel dari Kantor SAR Jambi, kru Rigid Buoyancy Boat (RBB), Polairud Polda Jambi, serta masyarakat setempat.

“Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan kondisi dinyatakan aman, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 12.00 WIB,” tutupnya.(*)


Berita Terkait



add images