iklan Anggota DPRD M. Nasir Soroti Urgensi Kebijakan Pertanahan di Musrenbang RKPD Provinsi Jambi 2027
Anggota DPRD M. Nasir Soroti Urgensi Kebijakan Pertanahan di Musrenbang RKPD Provinsi Jambi 2027

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Anggota DPRD Provinsi Jambi, M. Nasir, dengan tegas menyoroti urgensi kebijakan pertanahan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Provinsi Jambi untuk tahun 2027. Menurutnya, rumusan kebijakan terkait pertanahan merupakan hal yang paling penting untuk diseriusi oleh pemerintah provinsi.

Mewakili Ketua DPRD Provinsi M. Hafiz Fattah, Nasir menjelaskan bahwa perekonomian Jambi saat ini sangat bergantung pada sektor kelapa sawit. Ia memproyeksikan bahwa nilai jual kelapa sawit akan semakin mahal di masa depan, terutama dengan adanya inovasi penemuan baru seperti bensin berbahan dasar sawit.

BACA JUGA: Satu Unit Truk Terbakar di Jalan Lintas Timur Muaro Jambi

Tren kenaikan nilai sawit tersebut dinilai berisiko tinggi memicu gesekan di lapangan. Nasir meyakini bahwa kondisi ini akan mengarah pada timbulnya konflik lahan di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu agar arah kebijakan pemerintah di tahun 2027 benar-benar difokuskan pada urusan pertanahan agar masyarakat dapat merasa aman, " sebut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.

BACA JUGA: Breaking News! Kasus Pembunuhan Dosen di Bungo Mulai Disidang

Tak kalah penting, Nasir juga mengkritik dominasi korporasi dalam penguasaan lahan. Ia berharap pemerintah pusat tidak hanya memberikan hak konsesi kawasan hutan kepada perusahaan-perusahaan besar, tetapi pemerintah juga harus memberikannya kepada rakyat-rakyat di daerah.

Pemberian hak kelola lahan kepada masyarakat diyakini akan menumbuhkan perekonomian lokal secara signifikan. Untuk mendukung hal tersebut, Nasir menyarankan agar pemerintah mulai bersiap merumuskan kebijakan yang berpihak pada petani.

BACA JUGA: Polisi Gagalkan Perdagangan Sisik Trenggiling, Dua Pelaku Dibekuk di Bahar Selatan

M. Nasir mendorong beberapa hal untuk masyarakat yakni penyediaan alat dan mesin pertanian, penyediaan bibit tanaman serta penyediaan pupuk.
"Insyaallah mudah-mudahan 5 tahun ke depan ekonomi kita akan membaik karena sawit makin mahal," pungkas Nasir. (aan)


Berita Terkait



add images