JAMBIUPDATE.CO, JAMBI– Dua tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 dinonaktifkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi. Pasalnya pandemi di Jambi kini terus melandai. Dua isoter ini dinonaktifkan pada 1 Desember, yakni Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Pijoan dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) milik Kemdikbudristek di Kota Jambi.
Dengan pertimbangan kondisi meredanya kasus di beberapa bulan terakhir, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr.Fery Kusnadi mengatakan penonaktifan rumah isoter ini dikarenakan kedua tempat tak lagi menampung pasien Covid-19.
Namun, jika ada kasus terkonfirmasi maka pasien tersebut langsung dirujuk ke RSUD Raden Mattaher.
"Kemudian untuk para nakes yang bertugas di sana (rumah isoter) sementara kita nonaktifkan, dan kita pusatkan di RSUD Raden Mattaher. Karena memang dari nakes yang bertugas di rumah isoter, merupakan pegawai rumah sakit," ujarnya.
Sementara itu, Fery memastikan jika terjadi lonjakan kasus di saat libur Nataru yang akan datang, ia mengatakan akan kembali membuka rumah isoter tersebut.
"Akan kita aktifkan lagi satu rumah isoter saat Nataru, yakni Bapelkes. Namun jika saat Nataru terjadi lonjakan kasus," katanya.
Sebelumnya, rumah isoter di Jambi seperti di Bapelkes, LPMP, dan Asrama Haji digunakan untuk tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. Tempat ini diperuntukkan bagi masyarakat yang reaktif kasus Covid-19 dengan gejala ringan. Untuk gejala sedang hingga berat langsung dirujuk ke RSUD Raden Mattaher.
Adapun untuk kasus Covid-19 hingga 7 Desember menyisakan 22 kasus aktif. "Kasus aktif tersisa 22 kasus dari 29.711 orang yang terkonfimasi selama Covid-19 masuk di Jambi, lalu pasien meninggal 779, dan sembuh 28.972," pungkasnya. (pas)
