iklan  Para Pemain Barcelona.
Para Pemain Barcelona. (Net)

“Stein akan membawa perubahan baru. Gaya menyerang dengan mengandalkan bola akan tersaji lagi bagi pencinta Barcelona. Dan kami menunggu itu,” tulis Barcelona di laman ofisialnya.

Kendati hebat di tataran filosofi, penunjukkan Stein membuat pertanyaan besar. Pria 61 tahun tak pernah meraih gelar selama karirnya. Ia baru mendapat merasakan gelar Piala Super Spanyol 1985 saat masih menjadi pemain Atletico Madrid.

Stein pun tak punya pengalaman yang mentereng. Dilansir dari data Transfermarkt, Setien hanya pelatih medioker. Prestasinya pun hanya membawa Racing Santander meraih persentase kemenangan 50 persen pada musim 2001/2001. Selebihnya, Stein harus merasakan momen berpindah klub karena gagal memberikan kemenangan bagi klub-klub setelahnya.

Satu dekade kemudian, Setien menjadi sorotan. Di musim 2015-2016, Stein mampu mempertahankan posisi Las Palmas di Primera Divison La Liga. Hal yang sama juga dilakukan saay menangani Real Betis sejak musim 2017/2018 hingga musim lalu.

Setien membawa Real Betis menaklukkan sang juara Barcelona 3-4 di Camp Nou pada 11 November 2018, dan membungkam Real Madrid 0-2 di Santiago Bernabeu dalam laga terakhir kompetisi.

“Saya hanya ingin membawa total Football seperti Barcelona dahulu. Saat anda banyak menguasai bola, tak ada lawan yang bisa mencetak dan ini tentu akan attraktid,” ujar Setien kepada Marca, kemarin.

Laga Barcelona versus Granada menjadi debut pertama Stein di Camp Nou, Senin (20/1) depan. Secara historis, Setien merupakan pelatih yang selalu mengandalkan satu penyerang (target man) dalam formasi 3-4-2-1 atau 4-2-3-1. Absennya Luis Suarez, memastikan posisi tengah akan diisi oleh Lionel Messi. Posisi ini jelas membuat Messi yang biasanya menghuni winger kanan akan banyak bermain ekstra. Namun dari catatan Whoscored, Messi pernah sukses menjadi penyerang tengah di musim 2009/2010. Saat itu, ia mencetak 47 gol dari 53 pertandingan. (fin/tgr)

 


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait