JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK - Kepala Bappeda Tanjabtim, Agus Pirngadi, mengungkapkan selama ini masyarakat miskin di Tanjabtim didominasi oleh petani padi dan nelayan.
"Namun kemiskinan di Tanjabtim bukan disebabkan kemiskinan absolut tapi relatif," katanya.
Artinya, bila harga ikan dan padi naik, masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup disektor pertanian dan perikanan, akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi. "Kalau harga padi dan ikan turun, ekonomi masyarakat dari petani dan nelayan juga ikut turun. Karena mereka berbeda dengan pegawai yang memiliki penghasilan tetap," jelasnya.
Penyebab adanya masyarakat miskin di Tanjabtim, karena pencabutan subsidi BBM oleh Pemerintah Pusat, dan berimbas kepada kenaikan harga sembako.
"Lalu daya beli masyarakat dari sektor pertanian dan perikanan ikut menurun," bebernya.
Mengenai upaya yang dilakukan Pemkab Tanjabtim dalam mengurangi angka kemiskinan, sambungnya, dengan memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan. Dengan baiknya infrastruktur, maka kelancaran angkutan barang bisa mengurangi biaya yang dikeluarkan dibandingkan mengangkut barang melalui jalur air.
"Berikutnya mengoptimalkan Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk menekan tingkat inflasi dilingkup masyarakat," urainya. (yos)
