“Penghargaan bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana penghargaan itu menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk bekerja lebih baik, menjaga integritas, meningkatkan inovasi, dan memberikan pelayanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, persoalan lingkungan masih menjadi tantangan serius. Hingga Oktober 2026, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi tercatat mencapai 635 hektare.
Untuk mendukung penanganan karhutla, pemerintah daerah memperoleh dukungan pemerintah pusat sebesar Rp10 miliar yang diarahkan terutama untuk pemenuhan sarana dan prasarana penanganan karhutla serta sektor kesehatan.
Menutup pidatonya, BBS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun daerah.
“Muaro Jambi Berbakti bukan hanya slogan, tetapi komitmen dan kerja bersama. Dengan gotong royong, kebersamaan, serta dukungan seluruh masyarakat, kita optimistis dapat mewujudkan Muaro Jambi yang berakhlak, adil, maju, dan semakin sejahtera,” tandasnya. (wan)
