Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo, mengatakan kerja sama dengan SMSI merupakan bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan ekosistem informasi digital.
"Hari ini kita kedatangan tokoh pers dan kita hadir dalam proyek yang lebih besar, yaitu bersama-sama menanggulangi hoaks," kata Hendrasmo.
Menurutnya, tantangan penyebaran informasi tidak hanya dihadapi media besar. Media kecil dan media rintisan juga memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem informasi publik.
Melalui kolaborasi tersebut, RRI dan SMSI akan mendorong peningkatan kompetensi serta memperkuat kerja sama antarmedia agar mampu menghasilkan konten berkualitas dan membantu masyarakat menyikapi derasnya informasi digital.
Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyoroti perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi seiring perkembangan teknologi digital.
Ia menjelaskan, pada masa lalu, informasi yang diproduksi media massa melewati sejumlah tahapan seleksi. Media juga memiliki identitas, alamat, dan pihak yang bertanggung jawab atas informasi yang diterbitkan.
Namun, perkembangan teknologi telah mengubah situasi tersebut. Media sosial kini menjadi ruang publik yang memungkinkan siapa pun memproduksi dan menyebarkan informasi dengan cepat.
"Dulu informasi dikuasai oleh media massa, terakreditasi, terseleksi dan terverifikasi. Sekarang media sosial memenuhi ruang publik," ujarnya.
