iklan Basarnas Jambi Gandeng Brimob Gelar Workshop Evakuasi Kecelakaan dan Penanganan Limbah B3
Basarnas Jambi Gandeng Brimob Gelar Workshop Evakuasi Kecelakaan dan Penanganan Limbah B3

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menggandeng Satuan Brimob Polda Jambi menggelar workshop teknik evakuasi korban yang terjebak di dalam kendaraan serta penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Kegiatan ini berlangsung di Mako Brimob Polda Jambi, 15 Oktober 2026.

Workshop tersebut diikuti personel TNI AD, Polri, serta berbagai potensi Search and Rescue (SAR) lainnya. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergisitas dan meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang membutuhkan penanganan khusus.

BACA JUGA: Musim Kemarau Menguntungkan Petani Pinang Tanjabtim, Dua-Tiga Hari Langsung Kering

Kepala Basarnas Jambi, Sudarsa, mengatakan workshop ini menjadi sarana untuk membangun kerja sama yang baik antarpotensi SAR dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan.

“Dalam membangun kerja sama yang baik dalam penanganan setiap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan itu harapan kami,” ujarnya.

Menurut Sudarsa, materi pelatihan difokuskan pada teknik evakuasi korban yang terjebak di dalam kendaraan dan penanganan limbah B3. Materi tersebut dinilai penting, terutama seiring keberadaan jalan tol di Jambi yang turut meningkatkan kebutuhan kesiapsiagaan dalam menghadapi kecelakaan kendaraan dengan penanganan khusus.

BACA JUGA: Polres Kerinci Tangkap 3 Orang Terkait Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, 70 Jerigen Disita

“Kita mengambil latihan ini yaitu kecelakaan kendaraan yang membutuhkan penanganan khusus yaitu salah satu masih tugas pokok kita juga. Apalagi di Jambi ini sudah ada jalan tol ya,” katanya.

Sudarsa mengungkapkan, selama dua tahun terakhir kegiatan pengembangan dan pelatihan potensi SAR di Jambi sempat vakum akibat kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, workshop kali ini menjadi momentum untuk kembali meningkatkan kapasitas dan kesiapan personel dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan.

“Sudah dua tahun ini Jambi ini termasuk vakum untuk kegiatan pengembangan potensi atau pelatihan potensi untuk membina potensi SAR yang ada karena dengan efisiensi,” ucapnya.

BACA JUGA: Praperadilan Kematian Brigadir Eko, Kuasa Hukum Soroti Perbedaan Dokumen Penyidik

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memetakan kemampuan masing-masing unsur potensi SAR, termasuk personel Brimob yang memiliki pengetahuan terkait penanganan bahan berbahaya.

“Dengan kalibrasi kita juga memetakan kekuatan-kekuatan yang ada seperti dari Brimob mereka memiliki pengetahuan tentang berbahaya. Dengan pemetaan ini kita berharap ke depannya kalaupun ada operasi SAR kita sudah bisa tahu mana yang bisa untuk membantu,” katanya.

Ia menegaskan, operasi pencarian dan pertolongan tidak dapat dilakukan Basarnas seorang diri. Dukungan dan koordinasi dengan TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya sangat diperlukan agar penanganan keadaan darurat dapat berjalan secara efektif.

“Dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan tidak bisa sendiri tapi harus di-support ataupun didukung dengan potensi SAR baik itu dari TNI, Polri maupun dari potensi SAR lainnya,” pungkasnya.


Berita Terkait