iklan Barantin dan Pemprov Jambi Kembangkan Kampung Pangan Terpadu, Salurkan 30.000 Benih Nila hingga Kacang Koro
Barantin dan Pemprov Jambi Kembangkan Kampung Pangan Terpadu, Salurkan 30.000 Benih Nila hingga Kacang Koro

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Jambi dan sejumlah pemangku kepentingan mengembangkan Kampung Pangan Terpadu di Kelurahan Buluran Kenali, Kota Jambi, Rabu (7/10).

Pengembangan kawasan tersebut ditandai dengan pencanangan agrowisata tanaman kacang koro serta penyerahan 50 kilogram benih kacang koro, 30.000 ekor benih ikan nila, dan 360 bibit pohon.

BACA JUGA: Diza-Faried Makin Sering Bersama, Publik Mulai Bicara Duet 2029

Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan potensi pangan lokal sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia Shahandra Hanitiyo mengatakan, Kampung Pangan Terpadu tidak hanya ditujukan sebagai kawasan produksi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pengembangan inovasi pangan.

“Hari ini kita tidak hanya mencanangkan sebuah kawasan, tetapi juga mencanangkan sebuah harapan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan potensi daerah, dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Shahandra.

BACA JUGA: Pemprov Jambi Perpanjang Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor hingga 29 Desember 2026

Benih ikan nila dalam kegiatan tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam. Sementara bibit pohon didukung Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Batanghari.

Seluruh bantuan telah melalui pemeriksaan dan pengujian laboratorium karantina serta dinyatakan bebas dari hama dan penyakit ikan maupun tumbuhan sehingga dapat dikembangkan di kawasan tersebut.

Shahandra mengatakan, konsep Kampung Pangan Terpadu menggabungkan berbagai unsur dalam satu kawasan, mulai dari tanaman, ikan, ternak, lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat.

BACA JUGA: Usai Tikam Warga hingga Tewas, Pelaku Diserahkan Keluarga ke Polisi

“Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang produksi sekaligus edukasi dan inovasi pangan bagi masyarakat dan generasi muda,” katanya.

Pengembangan kacang koro menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan komoditas pangan lokal.

Barantin juga menggandeng Pemerintah Provinsi Jambi, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), PAPTAKI, kelompok tani, serta sejumlah pihak lain untuk mengembangkan kawasan tersebut secara berkelanjutan.

Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut dan berharap kawasan pangan terpadu dapat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA: SPMB Kota Jambi 2026 Ditegaskan Bebas Gratifikasi, Daya Tampung Sekolah Memadai

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kacang koro bukan tanaman baru di Indonesia. Namun, pemanfaatannya belum sepopuler kedelai yang selama ini menjadi bahan utama berbagai produk pangan.
“Kacang koro ini sudah lama ada di Indonesia, hanya saja belum banyak dipopulerkan. Padahal kandungan proteinnya luar biasa,” kata Al Haris yang tampak didampingi Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah.

Menurutnya, pengembangan kacang koro dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor. Masyarakat juga bisa memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan untuk menanam komoditas tersebut.
“Tujuannya, karena kita masih mengimpor kedelai, paling tidak dengan kacang koro ini kita bisa mengurangi impor,” ujarnya.

Al Haris menilai peluang hilirisasi kacang koro juga cukup besar. Selain dikonsumsi sebagai bahan pangan, komoditas ini dapat diolah menjadi tempe, kopi, kecap dan berbagai produk lainnya sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Kalau masyarakat punya lahan yang belum dimanfaatkan, ayo kita tanam kacang koro. Ini bisa memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi warga,” katanya.

Dukungan serupa disampaikan HKTI Jambi dan PAPTAKI, terutama dalam mendorong pengembangan kacang koro sebagai salah satu alternatif komoditas pangan lokal.

Pencanangan kawasan tersebut ditutup dengan penanaman bersama sebagai simbol komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, Barantin mendorong agar fungsi perlindungan sumber daya hayati berjalan beriringan dengan pengembangan potensi ekonomi daerah.

Kampung Pangan Terpadu diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga berkembang menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat dan generasi muda mengenai produksi pangan, budidaya, lingkungan, serta pemanfaatan komoditas lokal secara berkelanjutan. (aan)


Berita Terkait



add images