JAMBIUPDATE.CO, MUARATEBO – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Tebo terus menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah sejak akhir Agustus hingga awal September 2026.
Berdasarkan Laporan Harian Kasus ISPA Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo Tahun 2026, hingga awal September tercatat sebanyak 20.444 kasus ISPA yang terdata di 20 Puskesmas.
Data tersebut menunjukkan akumulasi kasus pada minggu pertama hingga minggu ke-34 mencapai 19.301 kasus. Kemudian, pada periode 30 Agustus hingga 6 September 2026, kembali tercatat 1.143 kasus baru, sehingga total kumulatif mencapai 20.444 kasus.
BACA JUGA: Yamaha NMAX TURBO, Evolusi Skutik Premium yang Jadi Pilihan Mobilitas Warga Jambi
Rinciannya, pada 30 Agustus tercatat 132 kasus, 31 Agustus sebanyak 109 kasus, 1 September 226 kasus, 2 September 165 kasus, 3 September 165 kasus, 4 September 147 kasus, 5 September 95 kasus, dan 6 September sebanyak 104 kasus.
Jika dilihat berdasarkan wilayah pelayanan, jumlah kasus tertinggi tercatat di Puskesmas Pulau Temiang dengan 2.523 kasus. Berikutnya Puskesmas Tuo Pasir Mayang sebanyak 2.480 kasus, Puskesmas Rimbo Bujang IX 2.405 kasus, Puskesmas Rimbo Bujang II 1.773 kasus, dan Puskesmas Mengupeh sebanyak 1.464 kasus.
BACA JUGA: Lepas Kafilah MTQ ke Semarang, Gubernur Al Haris Targetkan Jambi Tembus 10 Besar
Tingginya angka kasus ISPA menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan kondisi kualitas udara yang sempat memburuk akibat kabut asap dan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Paparan asap, khususnya partikulat halus seperti PM2.5, dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk kondisi masyarakat yang sebelumnya telah memiliki gangguan pernapasan.
Meski demikian, angka kasus ISPA tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh kasus disebabkan oleh kabut asap. ISPA dapat dipengaruhi berbagai faktor, sementara paparan asap dan kualitas udara buruk merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan.
BACA JUGA: Ketika Kabut Asap Menggerus Kesehatan, Pendidikan, dan Produktivitas
Dinkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, dr. Riana Elisabeth, MKM, SpKKLP, mengatakan jumlah kasus ISPA di Kabupaten Tebo menunjukkan peningkatan dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, terutama ketika kabut asap mulai pekat. Masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara tidak baik,” katanya.
