iklan Pengumuman Penerima Beasiswa S1 Pemprov Jambi 2026 Diundur, Sedang Dilakukan Verifikasi Ketat 900 Berkas
Pengumuman Penerima Beasiswa S1 Pemprov Jambi 2026 Diundur, Sedang Dilakukan Verifikasi Ketat 900 Berkas

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Para pelamar program Beasiswa Pro Jambi Cerdas Pemprov Jambi 2026 untuk jenjang Strata 1 (S1)tampaknya harus sedikit lebih bersabar. Pemerintah Provinsi Jambi melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah mengonfirmasi adanya penundaan pengumuman hasil seleksi yang sedianya dijadwalkan pada 1 September lalu.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jambi, Amrulsyah, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini. Ia menegaskan bahwa penundaan bukan berarti pembatalan, melainkan murni karena proses verifikasi faktual di lapangan yang membutuhkan waktu ekstra dan ketelitian tingkat tinggi.

BACA JUGA: Mulai Besok, Siswa SD dan SMP di Muaro Jambi Bisa Belajar Tatap Muka, Tapi Wajib Pakai Masker

"Kami dari panitia pelaksana memohon maaf atas keterlambatan ini. Kita masih memerlukan waktu untuk melakukan verifikasi faktual terhadap para calon penerima, agar program Bapak Gubernur ini benar-benar tepat sasaran," ungkap Amrulsyah kepada Jambi Ekspes (2/8/2026).

Menjawab keresahan masyarakat terkait mundurnya jadwal dari tanggal 1 September 2026, Amrulsyah menargetkan proses ini akan rampung dalam dua minggu ke depan.
"Insyaallah pertengahan September sudah bisa diumumkan. Masyarakat tidak perlu khawatir. Beasiswa ini sudah pasti ada, anggarannya tersedia, dan insyaallah kami akan menjalankan amanah ini dengan baik," tegasnya.

BACA JUGA: RSUD Raden Mattaher Siaga ISPA Akibat Asap, Pasokan Oksigen Dipastikan Aman

Dijelaskannya tahun 2026 ini, Pemprov Jambi mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 Miliar untuk membiayai 500 kuota mahasiswa S1 dalam negeri. Selain itu, Biro Kesra juga telah melakukan wawancara langsung dengan mahasiswa asal Jambi yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, seperti di Mesir.

Amrulsyah mengakui pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan membagikan beasiswa secara terburu-buru. Dari total lebih dari 1.000 pendaftar, saat ini tim panitia masih harus memverifikasi sekitar 900 berkas secara langsung.

Dikatakan Amrulsyah, rincian proses verifikasi ketat yang sedang berjalan dan menjadi alasan di balik penundaan pengumuman. Yakni seperti pengecekan tiga Kategori Utama yakni tim harus memisahkan dan memvalidasi pendaftar ke dalam tiga kategori, Prestasi Akademis, Prestasi Non-Akademis, dan Mahasiswa Kurang Mampu.

BACA JUGA: Wako Alfin Minta Percepat Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Juga ada validasi Silang dengan Dinas Dukcapil, data kependudukan pelamar dicocokkan langsung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan legalitas domisili.

"Kemudian Khusus kategori kurang mampu, tim menelusuri data apakah pelamar benar-benar masuk dalam desil 1 hingga desil 5 yakni elompok masyarakat berpenghasilan terendah, " sebutnya.

Panitia memastikan pelamar belum menerima beasiswa dari lembaga, sponsor lain, atau dari pemerintah kabupaten/kota setempat.

Diungkapkan Amrulsyah, tim verifikator harus turun langsung ke rumah-rumah pelamar yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Jarak tempuh dan luasnya wilayah menjadi tantangan teknis yang memakan waktu.
"Misalnya ada dokumen masuk untuk lima kuota penerima, ternyata kondisi di lapangan yang sama ada 15 orang. Nah, ini harus kita cek lagi mana yang benar-benar paling membutuhkan. Kita tidak bisa memprediksi jarak dan waktu saat turun ke lapangan," jelas Amrulsyah. (aan)


Berita Terkait



add images