iklan

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI-Program pembinaan masyarakat dari PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) yang dilakukan oleh salah satu anak usahanya PT Brahma Binabakti (BBB) terus memberikan dampak positif bagi desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan. Tak hanya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), perusahaan juga aktif meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya petani.

Salah satu program yang rutin dilakukan adalah sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perusahaan juga memberikan penghargaan atau reward kepada desa binaan yang berhasil menjaga wilayahnya terbebas dari karhutla.

Desa Suak Putat, Kecamatan Sekernan, menjadi salah satu desa penerima reward tersebut. Tahun ini, desa tersebut mendapatkan penghargaan senilai Rp50 juta karena berhasil tidak mengalami karhutla sepanjang 2025.

Program reward tersebut telah berjalan selama lima tahun. Dana yang diterima desa kemudian dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sekretaris Desa Suak Putat Didik Juwiyanto mengatakan, dukungan BBB tidak hanya berupa bantuan fisik maupun CSR. Perusahaan juga memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama para petani kelapa sawit.

“Yang diberikan PT Brahma Binabakti bukan hanya CSR, tetapi juga pendidikan untuk para petani. Kami sudah sering melaksanakan pembelajaran terkait pertanian sawit dan banyak masyarakat mendapatkan ilmu,” kata Didik saat berdiskusi dengan sejumlah awak media di Kantor Desa Suak Putat, Selasa (1/9).

Menurut dia, pelatihan tersebut membantu petani memahami cara pemupukan dan pengelolaan tanaman sawit secara lebih tepat. Pengetahuan yang diperoleh kemudian diterapkan di lapangan dan berdampak terhadap hasil produksi tandan buah segar (TBS).

“Dulu masyarakat asal tanam dan asal pupuk, tidak tahu takaran dan sebagainya. Setelah mengikuti pembelajaran dan dipraktikkan, hasilnya berbeda. Ini sangat membantu untuk meningkatkan hasil TBS,” ujarnya.

Selain pengembangan sektor pertanian, reward bebas karhutla juga diarahkan untuk mendukung perekonomian desa. Dana tersebut dikelola BUMDes, antara lain untuk pengembangan peternakan sapi dan koperasi simpan pinjam.

“Reward itu kami serahkan ke BUMDes. Dikelola bukan hanya untuk sapi, tetapi juga koperasi simpan pinjam yang gunanya untuk masyarakat. Jadi bukan hanya pemerintah desa, masyarakat juga bisa meminjam dan merasa terbantu,” jelas Didik.

Program peternakan sapi tersebut mulai menunjukkan hasil. Peternak sapi Jumadi menyebut, dalam dua tahun terakhir sudah terdapat enam anak sapi yang lahir dari program tersebut.

Sesuai kesepakatan dalam rapat, kata Dia, pengelolaan peternakan dilakukan dengan sistem pembagian hasil anakan kepada peternak yang ditunjuk. “Alhamdulillah sudah ada enam anak sapinya, dan saya dapat bagian dua ekor. Ada yang sudah saya jual,” katanya singkat.

Tak hanya memberikan reward, BBB juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi karhutla dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pemadam kebakaran. Bantuan tersebut berupa mesin Alkon, selang hisap, selang keluar, nozzle dan adaptor.

Didik mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, meski masyarakat berharap tidak terjadi kebakaran, kesiapan peralatan pemadam tetap penting sebagai langkah antisipasi.

“Jangan sampai terjadi kebakaran, tetapi antisipasinya sudah ada. Kami juga pernah ikut membantu perusahaan memadamkan kebakaran di desa sebelah. Jadi pemerintah desa berkolaborasi,” katanya.

Didik menilai kontribusi perusahaan selama ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan sumber daya manusia. “Bukan hanya membangun kegiatan-kegiatan yang lain, tetapi SDM juga dibangun melalui pelatihan-pelatihan untuk para petani,” pungkasnya.

(wan)


Berita Terkait



add images