JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi berjibaku selama lebih dari tiga jam untuk memadamkan kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan HMO Bafadal RT 23, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu (29/8/2026).
Kebakaran yang terjadi Sabtu siang tersebut menghanguskan 19 rumah. Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) atau 59 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.
BACA JUGA: 250 Keluarga Serentak Akad KPR Bersubsidi di Grand Citra Asri Kasang Pudak
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 13.52 WIB. Tim kemudian tiba di lokasi pada pukul 14.04 WIB atau hanya 12 menit setelah laporan diterima.
“Laporan kami terima pukul 13.52 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.04 WIB, dengan waktu respons 12 menit dari Mako Damkar,” kata Mustari.
60 Personel dan 13 Armada Dikerahkan
Untuk menjinakkan kobaran api, Damkartan Kota Jambi mengerahkan 60 personel ke lokasi.
Sebanyak 13 armada dikerahkan, terdiri dari delapan unit armada tempur, tiga armada suplai, satu armada komando, serta satu unit ambulans PSC 119.
BACA JUGA: 13 SPPG di Kerinci Belum Penuhi Standar IPAL, DPRD Minta Operasional Dihentikan Sementara
Proses pemadaman berlangsung cukup panjang. Petugas membutuhkan waktu sekitar 3 jam 15 menit untuk memastikan kobaran api berhasil dikendalikan dan tidak kembali menjalar ke bangunan lain.
“Dalam proses pemadaman, kami menghabiskan sekitar 95 ribu liter air. Petugas terus melakukan upaya pemadaman dan memutus penyebaran api agar tidak meluas,” ujar Mustari.
Akses Sempit dan Angin Kencang Jadi Kendala
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Selain permukiman yang cukup padat dan hembusan angin yang kencang, akses menuju lokasi kebakaran juga sangat sempit.
BACA JUGA: Kebakaran di Cempaka Putih Jambi Hanguskan 19 Rumah, 20 KK dan 59 Jiwa Terdampak
Kondisi tersebut menyulitkan pergerakan armada pemadam untuk mendekati titik api.
Petugas juga menghadapi banyaknya warga yang berada terlalu dekat dengan lokasi kejadian untuk menyaksikan proses pemadaman maupun melakukan siaran langsung melalui media sosial.
Mustari mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran ketika petugas masih melakukan penanganan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berada terlalu dekat dengan lokasi kebakaran. Selain membahayakan diri sendiri, keberadaan warga di sekitar titik kebakaran juga dapat mengganggu petugas yang sedang melakukan penanganan,” jelasnya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi kejadian kemudian diserahkan kepada Polsek Jelutung untuk pemasangan garis polisi dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran.
“Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ungkap Mustari.
Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun petugas yang mengalami cedera dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, total kerugian material masih dalam proses pendataan.
Petugas akhirnya menyelesaikan seluruh proses penanganan dan kembali ke mako maupun pos masing-masing sekitar pukul 17.40 WIB.
Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena melanda kawasan permukiman padat dan menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal maupun terdampak akibat kejadian tersebut.(*)
