JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Muaro Jambi.
Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, sejak 5 hingga 12 Agustus 2026 dilaporkan telah berdampak pada sekitar 170 hektare lahan.
BACA JUGA: Maulana Turunkan Psikolog dan Inspektorat, Usut Dugaan Intimidasi Guru SDN 64 Kota Jambi
Kebakaran itu terjadi di kawasan lahan gambut yang ditumbuhi tanaman sawit, nanas, serta semak belukar. Kondisi lahan tersebut membuat upaya penanganan membutuhkan kewaspadaan ekstra karena api berpotensi merambat dan sulit dikendalikan.
Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah mengatakan, penanganan karhutla telah dilakukan sejak pekan lalu dengan melibatkan sejumlah unsur terkait.
BACA JUGA: Pendapatan Daerah Kota Sungai Penuh Naik Rp 5 M, Wawako Azhar: Terus Kita Optimalkan
Pihak kepolisian, kata dia, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, serta masyarakat turun langsung melakukan pemadaman di lokasi.
“Luasnya sekitar 170 an hektare yang terdampak,” katanya.
Menurut Bayu, upaya penanganan tidak hanya dilakukan dengan memadamkan titik api. Petugas juga membuat penyekatan guna mengantisipasi penyebaran api ke wilayah lain.
Karena itu, petugas di lapangan melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi area terdampak agar kobaran api tidak semakin meluas.
BACA JUGA: Gugatan Saliman Dikabulkan, PTUN Jambi Batalkan SK Pemberhentian Kades Sungai Kapas Merangin
“Untuk tindak lanjut dari kepolisian sudah dari minggu lalu. Polres, Polda bersama BPBD, TNI dan juga dibantu masyarakat telah berupaya untuk melakukan pemadaman, penyekatan untuk melokalisir penyebaran api dan asap,” tandasnya. (wan)
