iklan Terungkap Awal Mula Dugaan Pelecehan Verbal Guru SDN 64 Jambi, Disdik Masih Dalami
Terungkap Awal Mula Dugaan Pelecehan Verbal Guru SDN 64 Jambi, Disdik Masih Dalami

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi masih mendalami dugaan pelecehan verbal yang dialami seorang guru perempuan di SD Negeri 64 Kota Jambi.

Hingga Jumat (7/8), Disdik belum mengambil kesimpulan terkait persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiyono, mengatakan pihaknya telah mendatangi SDN 64 serta rumah keluarga guru yang bersangkutan untuk mengetahui kondisi dan memperoleh informasi awal mengenai persoalan tersebut.

BACA JUGA: Dihadiri Wamendikdasmen, Pemkab Bungo Luncurkan Aplikasi Bungo Pintar

Namun, penanganan sementara lebih diarahkan pada kondisi kesehatan guru tersebut. Pasalnya, yang bersangkutan disebut belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara langsung.

“Kami sudah ke sekolah dan ke rumah keluarga ibu itu. Jadi kesepakatan kita, fokusnya kesehatan ibu guru itu,” ujar Sugiyono.

BACA JUGA: Berang Berang Swimming Club Raih 23 Medali pada Kejuaraan Renang Merdeka Sprint Se-Provinsi Jambi

Sugiyono menjelaskan, dari keterangan sementara yang diperoleh dari kepala sekolah dan sejumlah guru, persoalan tersebut diduga berawal dari persoalan manajemen kelas. Di antaranya berkaitan dengan barang inventaris kelas serta adanya teguran dari kepala sekolah.

Kondisi guru yang bersangkutan pada awal tahun ajaran baru juga menjadi perhatian Disdik dalam proses penanganan kasus tersebut.

“Dari keterangan kepala sekolah dan guru lain di sana, istilahnya karena manajemen kelas, ada barang inventaris kelas, ada teguran kepala sekolah. Kondisi gurunya juga saat tahun ajaran baru ini,” katanya.

BACA JUGA: Honda New NX500 Resmi Meluncur di Indonesia, Big Bike Adventure Touring dengan Teknologi E-Clutch

Meski telah memperoleh keterangan dari pihak sekolah, Sugiyono menegaskan informasi tersebut belum cukup untuk menarik kesimpulan. Disdik masih perlu mendengar langsung keterangan guru yang bersangkutan.

“Kita belum sejauh itu. Fokus ke kesehatan ibu guru itu dulu, karena ibu gurunya belum bisa diajak bicara. Pada intinya, belum bisa kita ambil kesimpulan,” tegasnya.

Desakan anggota DPRD Kota Jambi Fahrul Ilmi agar kepala SDN 64 Kota Jambi dievaluasi juga belum menjadi langkah yang ditempuh Disdik.

Sugiyono mengatakan pihaknya masih menunggu proses penelusuran sebelum menentukan tindakan lebih lanjut.

Menurutnya, apabila nantinya ditemukan kesalahan atau pelanggaran, Disdik akan mengambil langkah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Belum sampai ke sana. Kalau memang ada kesalahan, kita akan lakukan hal yang sesuai prosedur. Tapi kita belum sampai ke sana, fokus pada kesehatan ibu gurunya dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 64 Kota Jambi, Ansori, mengatakan seluruh persoalan yang berkaitan dengan kasus tersebut telah disampaikannya kepada Kepala Disdik Kota Jambi.

Ansori memilih tidak memberikan keterangan secara rinci karena khawatir penjelasannya justru dianggap sebagai bentuk pembelaan terhadap dirinya maupun pihak sekolah.

“Segala hal sudah saya jelaskan ke Kadis. Saya diarahkan Kadisdik untuk konfirmasi langsung ke beliau. Kalau saya yang menjawab nanti takutnya hanya pembelaan,” kata Ansori.

Ia menegaskan bahwa dirinya juga berharap kondisi guru tersebut segera membaik.

“Tapi saya pribadi fokusnya pada kesehatan ibu itu,” ujarnya.

Ansori menyebut guru yang bersangkutan merupakan tenaga PPPK dan telah mengajar di sekolah tersebut selama sekitar tiga tahun terakhir. (hfz)


Berita Terkait



add images