iklan Kabut terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci, Jambi.
Kabut terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci, Jambi.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Fenomena kabut yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi, mulai menarik perhatian masyarakat. Kabut terlihat menutupi panorama gunung dan perbukitan yang biasanya tampak jelas dari kejauhan.

Berdasarkan pantauan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, kabut masih terlihat di sejumlah kawasan Kerinci dan Sungai Penuh. Meski belum terlalu pekat dan belum mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan, kondisi tersebut mulai dirasakan warga.

BACA JUGA: Hadir di HUT Tanjab Barat, Fasha dan Anwar Sadat Makin Akrab

Salah seorang warga, Budi, mengatakan kabut terlihat semakin jelas seiring berjalannya waktu. Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu pemandangan, terutama panorama perbukitan dan pegunungan.

“Semakin siang kabut semakin jelas terlihat. Bukit dan gunung yang biasanya terlihat indah sekarang mulai tertutup,” ujarnya.

BACA JUGA: Bupati Bungo Ingatkan Aparatur Desa Jaga Integritas, Dana Desa Harus Berdampak ke Masyarakat

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kabut yang menyelimuti wilayah Kerinci dan Sungai Penuh bukan merupakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Depati Parbo Kerinci, Kurnianingsih, S.P., M.T., menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya kelembapan udara.

BACA JUGA: Harga Kelapa Dalam Terjun ke Rp1.800/Kg, Petani Tanjabtim Kian Tertekan

“Pantauan kami menunjukkan jarak pandang sekitar 6.000 meter dengan kelembaban udara mencapai 62 persen. Kondisi cuaca saat ini adalah haze atau pandangan kabur, namun bukan disebabkan oleh asap, melainkan kabut uap air,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut masih tergolong normal dan berkaitan dengan faktor cuaca, khususnya kelembapan udara yang relatif tinggi di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara. Jarak pandang yang sedikit berkurang dapat memengaruhi keamanan pengguna jalan, khususnya di kawasan yang tertutup kabut lebih tebal.

Masyarakat juga diminta tidak langsung mengaitkan kondisi tersebut dengan kabut asap akibat karhutla. Berdasarkan pemantauan BMKG, fenomena yang terjadi saat ini merupakan kondisi atmosfer yang dipengaruhi faktor alam.(Hdp)


Berita Terkait



add images