JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Gunung Kerinci masih menjadi magnet utama wisata alam di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Hingga pertengahan 2026, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS) mencatat sebanyak 1.642 wisatawan telah mengunjungi lima destinasi wisata unggulan di kawasan konservasi tersebut.
Lima objek wisata yang menjadi tujuan pengunjung meliputi Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Kaco, Rawa Bento, dan Bukit Tapan. Dari seluruh destinasi itu, Gunung Kerinci tetap menjadi lokasi yang paling diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
BACA JUGA: Paling Banyak Dari Dharmasraya, Keterisian Penumpang Batik Air di Bandara Muara Bungo 80 Persen
Penelaah Teknis Kebijakan BB TNKS, Meri Deswita, mengatakan Gunung Kerinci masih menjadi ikon wisata alam berbasis konservasi di kawasan TNKS.
"Untuk objek wisata di kawasan TNKS, Gunung Kerinci masih menjadi tujuan utama masyarakat," ujarnya.
BACA JUGA: Satresnarkoba Polres Muaro Jambi Bekuk Terduga Pengedar Sabu di Kumpeh Ulu, 7 Paket Diamankan
Menurut Meri, tren kunjungan terus menunjukkan peningkatan, terutama selama musim libur sekolah. BB TNKS memperkirakan jumlah wisatawan akan kembali melonjak menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, libur Natal, dan Tahun Baru yang selama ini menjadi puncak musim kunjungan.
Data pendakian juga memperlihatkan tingginya minat wisatawan. Sepanjang Mei 2026, tercatat sebanyak 621 pendaki mencapai puncak Gunung Kerinci, terdiri dari 523 wisatawan domestik dan 98 wisatawan mancanegara.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kerinci BB TNKS, David, mengatakan tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan Gunung Kerinci tetap menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Indonesia.
"Keindahan alam dan tantangan medan pendakian menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki," katanya.
Seluruh kunjungan wisatawan tercatat melalui sistem pemesanan tiket daring Ayo ke Taman Nasional serta pendaftaran langsung di Pos R10 Pemantau Pendakian di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 jumlah kunjungan ke lima destinasi wisata di kawasan TNKS mencapai sekitar 16 ribu orang. Angka tersebut menjadi acuan bagi BB TNKS untuk terus mengembangkan wisata alam berbasis konservasi tanpa mengabaikan upaya pelestarian lingkungan.
