iklan Taman Nasional Berbak dan Sembilang.
Taman Nasional Berbak dan Sembilang. (Warsi)

 

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai diwaspadai di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS). Kawasan konservasi yang didominasi lahan gambut itu memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran sehingga pengawasan terus diperketat.

Komandan Koramil 419-06/Rantau Rasau, Ahmad Taufik, mengatakan luas kawasan TNBS di wilayah tersebut mencapai sekitar 116.605 hektare. Berdasarkan catatan, kawasan itu pernah mengalami kebakaran besar pada 2015 dan 2019.

BACA JUGA: Dishub Sarolangun Tertibkan Angkutan Batu Bara, Sopir Diimbau Tak Parkir di Bahu Jalan

"Pada tahun 2015, berdasarkan citra satelit Landsat, luas areal yang terbakar mencapai 23.747 hektare. Empat tahun kemudian, kebakaran kembali terjadi dengan luasan sekitar 17.470 hektare," ujarnya.

Untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, tim terpadu meningkatkan patroli rutin di sepanjang perbatasan TNBS yang berbatasan langsung dengan permukiman warga maupun lokasi yang sering menjadi pusat aktivitas masyarakat.

BACA JUGA: Beruang Masuk Permukiman Warga di Sanggaran Agung Kerinci, Rusak Rumah dan Bikin Warga Resah

"Patroli difokuskan untuk mendeteksi secara dini munculnya titik api agar tidak meluas hingga memasuki kawasan taman nasional," jelasnya.

Ahmad Taufik menuturkan, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh aktivitas manusia maupun faktor alam. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

"TNBS merupakan kawasan gambut yang sangat mudah terbakar. Pencegahan hanya dapat dilakukan apabila semua pihak ikut menjaga agar tidak muncul titik api yang berpotensi memicu Karhutla," tegasnya.

BACA JUGA: Sidang Korupsi PDAM Tirta Mayang, Kuasa Hukum Rusdi Wahab Nilai Jaksa Belum Jawab Pokok Eksepsi

Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBS dapat dicegah sejak dini, terutama selama musim kemarau berlangsung.(*)


Berita Terkait



add images