JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Program Bedah Rumah Pemerintah Kota Jambi kembali menunjukkan kekuatan gotong royong masyarakat. Berawal dari bantuan stimulan Rp20 juta, rumah tidak layak huni milik Susilowati di RT 33, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, kini berubah menjadi hunian layak dengan nilai pembangunan lebih dari Rp40 juta.
Rumah tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha kepada Susilowati, Minggu (14/6/2026).
Maulana mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa bantuan pemerintah dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk bergotong royong.
“Bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta ternyata mampu menjadi stimulus yang mendorong warga bergotong royong sehingga nilai pembangunan rumah ini mencapai lebih dari Rp40 juta,” ujar Maulana.
Semangat serupa juga terlihat dalam Program Kampung Bahagia di RT 33. Pembangunan jalan rabat beton di Lorong Imam Syafi’i yang awalnya ditargetkan 110 meter, berhasil diperpanjang menjadi 135 meter berkat swadaya masyarakat.
Menurut Maulana, kontribusi warga tidak hanya berupa material, tetapi juga tenaga, makanan, hingga peminjaman peralatan secara cuma-cuma.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jambi M. Wildan Mutadho mengatakan Pemkot terus memperluas program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.
Untuk 2026, Pemkot Jambi telah mengusulkan 103 unit BSPS, mendapat dukungan aspirasi anggota DPR RI sebanyak 78 unit, tambahan 10 unit program, serta usulan sekitar 200 unit kepada kementerian terkait. Pemkot juga menyiapkan 23 unit melalui APBD Kota Jambi.
Bagi Susilowati, bantuan tersebut menjadi jawaban atas impian keluarganya untuk memiliki rumah yang layak.
“Alhamdulillah, rumah yang dulu sangat sederhana kini menjadi rumah yang layak untuk keluarga kami. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu,” ujarnya.
Program Bedah Rumah dan Kampung Bahagia di RT 33 menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak hanya soal anggaran, tetapi juga kekuatan gotong royong masyarakat.(*)
