iklan Pemkot Jambi Hentikan Sementara Penutupan TPS, Evaluasi Pengelolaan Sampah
Pemkot Jambi Hentikan Sementara Penutupan TPS, Evaluasi Pengelolaan Sampah

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi menghentikan sementara proses penutupan dan pembongkaran Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di sejumlah titik. Kebijakan ini diambil setelah Pemkot membuka evaluasi melalui Dialog Publik Transformasi Pengelolaan Sampah di Aula Griya Mayang, Sabtu (13/6/2026).

Dialog tersebut dihadiri Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kemas Faried Alfarelly, akademisi, tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, serta Forum Ketua RT.

Maulana mengatakan transformasi pengelolaan sampah merupakan bagian dari Program Kampung Bahagia dan RIPS Kota Jambi 2025–2045. Namun, pelaksanaannya masih perlu dievaluasi, terutama terkait iuran, sosialisasi, dan mekanisme pengangkutan sampah melalui OPBM.

Volume sampah Kota Jambi disebut meningkat dari 200,6 ton per hari pada 2000 menjadi 447,78 ton per hari pada 2025. Saat ini terdapat 342 TPS, terdiri dari 252 TPS resmi dan 90 TPS liar.

Pemkot mendorong pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sejak sumber. Sampah yang memiliki nilai guna juga diarahkan menjadi sumber ekonomi.

Terkait iuran, Maulana memastikan masyarakat kurang mampu tidak akan dibebani dan Pemkot tengah menyiapkan skema subsidi silang. Pemulung warga Kota Jambi juga akan didorong menjadi mitra OPBM di tingkat RT.

Sementara itu, tujuh depo sampah yang disiapkan Pemkot merupakan revitalisasi fasilitas lama agar memenuhi standar pengelolaan lingkungan.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried mengapresiasi dialog publik tersebut dan mendorong sosialisasi diperkuat agar masyarakat memahami kebijakan secara utuh.

Sebagai tindak lanjut, penutupan dan pembongkaran TPS dihentikan sementara hingga kajian serta mekanisme transformasi pengelolaan sampah diperbarui dengan mempertimbangkan masukan masyarakat.

Pemkot Jambi menegaskan transformasi persampahan tetap menjadi arah kebijakan, namun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan demi mewujudkan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*)


Berita Terkait



add images