Konflik di Universitas Batanghari tak lagi sekadar soal nama yayasan. Perseteruan berubah menjadi perebutan legitimasi pengelolaan kampus, aset bernilai besar, hingga campur tangan pemerintah pusat. Di tengah tarik-menarik dua kubu, mahasiswa menjadi pihak yang paling berharap kampus tetap berjalan normal.
KETIKA konflik di Universitas Batanghari (Unbari) mulai terbuka ke publik pada 2022, banyak orang mengira persoalan itu sekadar dinamika internal yayasan.
BACA JUGA: Buronan Kasus 58 Kg Sabu, Alung Ramadhan Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jambi
Namun, di balik itu, yang sedang dipertaruhkan jauh lebih besar. Bukan hanya nama yayasan. Tetapi juga kendali atas salah satu kampus swasta terbesar di Jambi, lengkap dengan pengelolaan akademik, administrasi, hingga aset yang disebut tersebar di sejumlah lokasi strategis Kota Jambi.
Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jambi, konflik itu kemudian dijelaskan panjang lebar melalui dokumen gugatan perkara Nomor 50/Pdt.G/2023/PN Jmb.
BACA JUGA: Pertamina Umumkan Kenaikan Harga Pertamax, Ini Daftar Harga BBM Terbaru di Sumbagsel
Menurut pihak penggugat, persoalan mulai membesar ketika muncul dugaan bahwa pengelolaan Universitas Batanghari dilakukan oleh entitas yayasan yang dianggap berbeda dengan yayasan pendiri sejak 1977.
Situasi perlahan berubah menjadi pertarungan legitimasi. Dan setiap pihak merasa memiliki dasar hukum masing-masing. Di lingkungan kampus, konflik mulai terasa.
Menurut dokumen gugatan, Senat Universitas Batanghari sampai mengeluarkan surat mandat pada 14 Januari 2022 untuk membentuk langkah penyelesaian persoalan internal universitas.
BACA JUGA: Pecah di Kampus Tertua, Bagaimana Konflik Unbari Bermula?
Penggugat mendalilkan bahwa keputusan tersebut muncul karena situasi kampus dinilai telah memasuki fase mengkhawatirkan.
Persoalan disebut tidak hanya menyentuh hubungan internal pengurus, tetapi mulai berdampak terhadap tata kelola administrasi umum dan keuangan universitas.
Nama Drs. Husin Syakur kemudian muncul sebagai figur yang disebut ditunjuk memimpin tim penyelamat konflik. Itu tugasnya tidak ringan.
Mereka disebut harus menelusuri berbagai persoalan administrasi di tengah suasana kampus yang sedang panas.
Dalam bahasa sederhana, konflik telah bergerak dari ruang rapat ke jantung pengelolaan universitas.
Persoalan Besar Siapa Mengelola Unbari?
Bagi publik, Universitas Batanghari adalah satu nama. Satu kampus. Namun di balik layar, menurut dokumen gugatan, muncul pertanyaan mendasar: Siapa yang paling sah mengelola universitas itu?
Penggugat mendalilkan bahwa Yayasan Pendidikan Batanghari Jambi merupakan kelanjutan historis dari yayasan pendiri sejak 1977.
