iklan Media Field Visit Asian Agri: Menyaksikan Langsung Kesuksesan Mitra Petani Sawit di Merlung
Media Field Visit Asian Agri: Menyaksikan Langsung Kesuksesan Mitra Petani Sawit di Merlung

JAMBIUPDATE.CO, MERLUNG – Asian Agri mengajak rekan-rekan media Jambi untuk melihat langsung kesuksesan mitra petani binaannya di Kecamatan Merlung melalui kegiatan media field visit ke kebun milik Pak Haji Zulkifli Sihombing, salah satu petani mitra yang telah sukses berkembang bersama Asian Agri selama puluhan tahun.

Pak Haji Zulkifli Sihombing memulai perjalanan sebagai petani plasma transmigrasi pada tahun 1989. Setelah sukses menjalani kemitraan generasi pertama bersama Asian Agri, beliau kembali melanjutkan kemitraan generasi kedua bersama perusahaan. Dari hasil kebun kemitraan generasi pertama dan kedua tersebut, Pak Haji terus mengembangkan usahanya dengan membeli dan membuka areal kebun baru di Desa Merlung dan Lubuk Terap.

BACA JUGA: Kurir Sabu di Nipah Panjang Ditangkap, Satu Pelaku Kabur

Menurut Pak Haji, keberhasilan yang diraihnya tidak terlepas dari kemitraan yang baik bersama perusahaan serta penggunaan bibit sawit unggul.

“Kalau petani ingin maju, harus punya partner yang tepat. Saya merasakan sendiri bagaimana Asian Agri benar-benar mendampingi petani dari dulu sampai sekarang. Ditambah lagi penggunaan bibit unggul Topaz yang produksinya memang terbukti tinggi,” ujar H. Zulkifli Sihombing.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Penipuan Berkedok Emas Temuan di Pinggir Jalan

Kelompok Tani Merlung Topaz di bawah kepemimpinan Pak Haji juga berkembang pesat berkat kemitraan bersama Asian Agri dan penggunaan bibit sawit unggul Topaz. Bahkan, karena tingginya potensi produksi kebun yang dimiliki, Pak Haji Hombing kini juga menjadi salah satu pemasok Tandan Buah Segar (TBS) ke PMKS Tunggal Ulu milik PT Inti Indosawit Subur – Asian Agri.

Pada kegiatan media field visit ini, para rekan-rekan jurnalis berkesempatan berkunjung langsung ke kebun sawit “oleh-oleh” milik Pak Haji Hombing. Di lokasi kebun kemitraannya tersebut, Pak Haji memperlihatkan langsung tanaman sawit Topaz yang berbuah lebat. Pada usia tanaman 6–7 tahun, produksi kebunnya mampu mencapai sekitar 38-39 ton per hektar per tahun.

BACA JUGA: Enam Jembatan Gantung di Sarolangun Rusak Parah, Bupati Hurmin Kejar Bantuan Dana Pusat

Tak hanya memperlihatkan keberhasilan kebun sawitnya, Pak Haji juga mengajak rekan-rekan media melihat berbagai usaha lain yang berhasil beliau kembangkan dari hasil perkebunan sawit, seperti usaha perhotelan, armada angkutan truk, hingga minimarket.

“Hasil sawit ini tidak hanya cukup untuk kebun saja, tetapi juga bisa membantu kami mengembangkan usaha lain. Kalau bekerja keras dan bermitra dengan perusahaan yang benar-benar peduli kepada petani, insyaallah petani bisa sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Era Arafat selaku Koordinator Kemitraan CSV Kebun Muara Bulian mengatakan bahwa Asian Agri terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada petani mitranya guna mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Pendampingan tersebut dilakukan melalui pemeriksaan mutu buah, pelatihan teknis budidaya kelapa sawit berkelanjutan, hingga sosialisasi rutin kepada para petani.

BACA JUGA: 171 SD di Tanjabtim Diusulkan Revitalisasi, Kementerian Siapkan Kuota 51 Sekolah Prioritas

“Asian Agri memiliki komitmen untuk tumbuh bersama petani. Karena itu kami terus melakukan pendampingan secara konsisten, mulai dari teknis budidaya, mutu panen, hingga pengelolaan kebun agar petani bisa mendapatkan hasil yang optimal dan berkelanjutan,” ujar Era Arafat.

Era juga menambahkan bahwa Asian Agri memiliki tim khusus yang fokus mendampingi kebun plasma dan swadaya mitra agar produktivitas kebun petani terus meningkat.


Berita Terkait



add images