iklan Media Field Visit Asian Agri: Menyaksikan Langsung Kesuksesan Mitra Petani Sawit di Merlung
Media Field Visit Asian Agri: Menyaksikan Langsung Kesuksesan Mitra Petani Sawit di Merlung

Selain itu, Yopy Dedywiryanto menjelaskan bahwa bibit sawit unggul Topaz memiliki potensi tinggi dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit, baik bagi perusahaan maupun petani swadaya.

Menurutnya, varietas Topaz 1, 2, 3, dan 4 telah teruji adaptif di berbagai kondisi lahan dan iklim di Indonesia. Bibit Topaz mampu menghasilkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) hingga 24 ton per hektar per tahun pada tahun pertama menghasilkan (TM1), serta rata-rata mencapai 38 ton per hektar per tahun pada TM3 hingga TM6.

 

Dari sisi industri pengolahan, Topaz juga memiliki keunggulan melalui potensi Oil Extraction Rate (OER) atau rendemen minyak yang mencapai 28–29 persen, dengan potensi produksi crude palm oil (CPO) di atas 10 ton per hektar per tahun.

“Topaz dikembangkan untuk membantu petani memperoleh produktivitas yang tinggi. Untuk itu, tim OPRS (Oil Palm Research Station) Topaz terus melakukan berbagai improvisasi agar bibit sawit unggul Topaz mampu menghasilkan performa yang semakin baik. Selain adaptif di berbagai kondisi lahan, Topaz juga memiliki potensi produksi dan rendemen minyak yang sangat baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani,” kata Yopy Dedywiryanto.

Yopy menambahkan, bibit sawit Topaz 1 memiliki karakteristik unik pada warna buah, yakni tipe virescens berwarna oranye dan tipe nigrescens berwarna hitam. Namun, berdasarkan berbagai hasil pengamatan, kedua tipe warna buah tersebut tetap menunjukkan produktivitas tinggi tanpa perbedaan signifikan.

“Karena itu kami selalu menekankan kepada petani bahwa penggunaan bibit unggul merupakan investasi penting. Dengan bibit yang tepat dan perawatan yang baik, hasil kebun tentu akan jauh lebih maksimal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yopy juga menyarankan penggunaan bibit sawit Topaz GT untuk kebun-kebun replanting yang memiliki potensi serangan ganoderma. Menurutnya, Topaz GT merupakan varietas bibit sawit unggul yang telah memiliki ketahanan terhadap ganoderma sehingga lebih sesuai digunakan pada lahan dengan risiko serangan penyakit tersebut.

Pada kegiatan media field visit tersebut turut hadir sekitar dua puluh petani mitra Asian Agri. Para petani juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan Pak Yopy mengenai teknik budidaya Topaz mulai dari pembibitan hingga penanaman, sekaligus berbagi pengalaman dan ide terkait berbagai inovasi agar produktivitas kebun sawit petani terus meningkat.

Kegiatan media field visit kemudian ditutup dengan sesi bincang-bincang santai dan foto bersama. Rekan-rekan media yang hadir pun dapat menyaksikan secara langsung bagaimana perusahaan perkebunan seperti Asian Agri dapat bergandengan tangan bersama petani mitranya untuk tumbuh dan meraih kesuksesan bersama. (aan)


Berita Terkait



add images