iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Ancaman fenomena El Nino ekstrem atau yang kerap disebut “El Nino Godzilla” mulai diantisipasi serius oleh BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Kesiapsiagaan diperkuat menyusul pembaruan data dari BMKG.

Kepala Pelaksana BPBD Tanjabtim, Amri Juhardi, mengungkapkan pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi tingkat Provinsi Jambi bersama seluruh BPBD kabupaten/kota dan BMKG. Hasil pertemuan tersebut menjadi acuan dalam menyusun langkah mitigasi, khususnya di wilayah rawan seperti kawasan gambut Tanjabtim.

BACA JUGA: Belasan Desa di Sarolangun Terendam Banjir, Air Capai 50 Cm

“El Nino tahun ini berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang dengan kondisi kering. Dampaknya, risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan meningkat,” ujarnya.

BMKG mencatat, El Nino kuat ditandai dengan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik yang meningkat signifikan. Kondisi ini berdampak pada penurunan curah hujan di Indonesia, bahkan bisa berada di bawah normal selama beberapa bulan berturut-turut, sehingga memicu munculnya titik panas.

BACA JUGA: Banjir Sungai Batang Tembesi Terjang Merangin, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Gantung Putus

Sebagai tindak lanjut, BPBD Tanjabtim akan menggelar rapat koordinasi lanjutan di tingkat kabupaten dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan serta BMKG guna memperoleh data terbaru dan rekomendasi teknis.

“Setelah itu, kami akan melaksanakan apel siaga untuk memastikan kesiapan personel, sekaligus menyiapkan SDM, sarana dan prasarana, serta meningkatkan patroli lapangan,” jelasnya.

Selain itu, sinergi lintas sektor juga diperkuat dengan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat. Edukasi terkait bahaya membuka lahan dengan cara membakar turut digencarkan sebagai langkah pencegahan dini.

BACA JUGA: 76 Desa di Batang Hari Rawan Karhutla, BPBD Tetapkan Status Sejak April 2026

BPBD berharap langkah antisipatif tersebut mampu menekan risiko bencana, baik kekeringan maupun karhutla selama periode El Nino berlangsung.

“Kami berkomitmen meminimalkan dampak bencana melalui kesiapsiagaan dan koordinasi yang optimal,” tegasnya. (lan)


Berita Terkait



add images