JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Program Kampung Bahagia di Kota Jambi diresmikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, di RT 10, Kelurahan Kasang Jaya, Kecamatan Jambi Timur.
Kampung Bahagia merupakan program strategis Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha. Peresmian program ini dilakukan secara virtual melalui Zoom, yang kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan fisik di lapangan.
BACA JUGA: Banjir Landa Sarolangun, Gubernur Al Haris Segera Turun ke Lapangan dan Evaluasi Keras Soal PETI
Adapun kegiatan fisik yang dilakukan meliputi pembangunan dan rehabilitasi jalan setapak sepanjang 83 meter, pemasangan CCTV yang telah terhubung dengan Jambi City Operation Center (JCOC), serta pelaksanaan OPBM.
Program ini menjadi yang pertama di Indonesia yang mengedepankan pembangunan berbasis gotong royong, dengan masyarakat sebagai pelaku utama. Launching Kampung Bahagia pun mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.
Wamendagri Bima Arya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen nyata agar program Kampung Bahagia dapat berjalan optimal dan berpotensi diadopsi oleh daerah lain di seluruh Indonesia sebagai model pembangunan berbasis kebersamaan.
BACA JUGA: Belasan Desa di Sarolangun Terendam Banjir, Air Capai 50 Cm
Wali Kota Maulana menyampaikan, pada tahap pertama terdapat 797 RT yang melaksanakan program Kampung Bahagia, dengan target penyelesaian dan serah terima pada akhir Juni.
“Hari ini kita launching program Kampung Bahagia periode pertama dan ditargetkan akhir bulan Juni semua program bisa diserahterimakan. Momen ini istimewa karena diresmikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang juga memberikan arahan melalui Zoom,” ujar Maulana.
Sementara itu, Bima Arya turut mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi atas inovasi tersebut. Ia menilai program ini mampu melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.
BACA JUGA: 76 Desa di Batang Hari Rawan Karhutla, BPBD Tetapkan Status Sejak April 2026
Ia juga menekankan pentingnya peran Ketua RT dalam menjaga kekompakan dan kebersamaan warga agar program ini berjalan tanpa menimbulkan perbedaan di tengah masyarakat.
“Kepada semua pihak, khususnya Ketua RT, harus mampu mengajak, melibatkan, dan menjaga kekompakan masyarakat dalam program Kampung Bahagia ini,” tutupnya.(*)
